Jakarta, INDONEWS.ID - Teater Pandora menyuguhkan drama panggung yang berbeda, penonton diberi kejutan dengan kemungkinan-kemungkinan yang dalam cerita romantis. Constellations karya Nick Payne dramawan Inggris, Teater Pandora mengadaptasi kisah itu digelar di museum Macan, Kebon Jeruk, Jakarta.
Menariknya, pertunjukan tersebut adalah adaptasi pertama dalam bahasa Indonesia dan untuk pertama kalinya museum Macan menggelar pertunjukan teater. Kisah cinta antara Marianne seorang ahli fisika dan Roland, peternak lebah, dimana cerita itu tidak satu alur tapi penonton disuguhkan segala kemungkinan yang terjadi dalam perjalan cinta mereka.
Sebelum pertunjukan penonton diajak keliling museum, melihat seni konstalasi karya beberapa seniman. Karya tersebut merupakan satu rangkaian dengan drama yang akan disajikan museum Macan, dimana kisah Marianne dan Roland adalah dimensi ke-enam sementara seni konstalasi dimensi ke-1 hingga ke-5.
Pertunjukan panggung itu mengisahkan Marianne, seorang ahli fisika, dan Roland, seorang peternak lebah, bertemu dan jatuh cinta. Namun, kisah mereka bercabang ke berbagai garis waktu dalam beragam semesta (multiverse). Di sebuah semesta, mereka berpisah; di semesta lain, mereka menikah. Ada semesta di mana Roland mengkhianati Marianne, dan di bagian yang lain, Marianne yang mengkhianati Roland.
Penonton diajak menyaksikan kemungkinan tak terbatas dalam kisah cinta Marianne dan Roland, serta merasakan bersama pengalaman universal tentang cinta, kehilangan, dan duka. Pertunjukan ini mengundang kita untuk membayangkan berbagai kemungkinan dalam sebuah pertanyaan sederhana: what if? Bagaimana jika kita bisa melihat konsekuensi dari setiap pilihan kita? Bagaimana jika kita bisa melihat semua kemungkinan yang dapat terjadi dalam hidup kita? Dan bagaimana jika ada versi lain dari hidup kita di luar sana, di semesta yang berbeda?
Constellations adalah sebuah produksi pementasan teater yang dipersembahkan oleh Teater Pandora bersama mitra penyelenggara Museum MACAN, sebagai bagian dari program Departemen Edukasi dan penjangkauan Publik di Museum. Pementasan ini merupakan produksi ke-30 Teater Pandora.
Constellations adalah adaptasi dari naskah berjudul sama oleh dramawan Inggris, Nick Payne. Produksi ini merupakan terjemahan Bahasa Indonesia sekaligus pementasan Constellations pertama di Indonesia yang diakui secara resmi oleh agen lisensi Nick Payne, Curtis Brown. Dalam kerja sama dengan Museum Macan, pementasan ini dilaksanakan bersamaan dengan dua pameran seni berskala internasional oleh dua seniman asal Indonesia dan Thailand; Natasha Tontey: Primate Visions: Macaque Macabre (2024) dan Korakrit Arunanondchai: Sing Dance Cry Breathe | as their world collides on to the screen (2024) yang berlangsung hingga 6 April 2025.