Nasional

Sebut Dirinya Bukan Koruptor, Harta Kekayaan Harvey Moeis yang Fantastis Jadi Sorotan

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 22/12/2024 23:47 WIB


Babel, INDONEWS.ID -- Harvey Moeis menjadi sorotan publik karena terlibat dalam pusaran korupsi tata niaga timah yang merugikan negara mencapai Rp300 triliun.

Harta kekayaan dan gurita bisnis suami Sandra Dewi ini menjadi sorotan. Apalagi pelbagai barang mewah mulai dari tas, perhiasan, uang, mobil, bangunan dan tanah yang disita Kejaksaan Agung RI dari Harvey Moeis bernilai fantastis.

Dalam sidang pleidoi pada Rabu, 18 Desember 2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dirinya menyampaikan pesan kepada anak-anaknya yang menyebutkan bahwa ia bukan koruptor.

Harvey Moies memang dikenal memiliki harta kekayaan yang fantastis. Properti mewah di kota-kota besar, kendaraan eksklusif, hingga investasi di berbagai sektor menjadi bagian dari portofolio kekayaannya. Namun, sebagian besar sumber kekayaan Harvey diduga berasal dari bisnis tambang timah.

Kini sebagian harta kekayaan Harvey disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Kejagung telah menyita mobil mewah milik Harvey, Ferrari 360 Challenge Stradale Rp5,7 Miliar, Ferrari 458 Speciale Rp15,9 Miliar, Mercedes Benz SLS AMG Rp8 Miliar, Roll Royce Cullinan Rp14,9 Miliar, Lexus Rx300 F Sport Rp800 jutaan, Mini Cooper Countryman S 2022 Rp500 jutaan, Toyota Vellfire 2017 Rp700 jutaan.

Selain itu, sejumlah jam tangan juga turut disita, puluhan tas mewah, ratusan perhiasan ikut disita. Adapun, Kejagung juga menyita uang Rp 76 miliar dan logam mulia. Bahkan, Kejagung memblokir rekening Harvey Moeis sejak jauh hari.

Sayangnya, tidak diketahui secara pasti berapa total nilai kekayaan Harvey Moeis. Namun, melihat dari kerajaan bisnis yang dimiliki Harvey, kepemilikan saham, hingga jet pribadi, tentu kekayaan Harvey Moeis mencapai ratusan miliar rupiah.

Harvey memiliki rumah mewah senilai Rp271 miliar di Australia dengan ukuran rumah yang cukup luas dan memiliki fasilitas lengkap mulai dari tempat bermain anak, lapangan basket dan memiliki ruang santai keluarga yang cukup luas.

Selain koleksi kendaraan mewah, Harvey juga diketahui gemar mengoleksi jam tangan mewah dengan harga mulai ratusan juta hingga puluhan miliar.

Dalam beberapa momen yang diunggah Sandra Dewi melalui akun Instagram miliknya, Harvey memiliki 6 jam tangan mewah seperti Rolex Chonograph Paul Newman hingga Patek Philippe Nautilus 5990. Bila ditotal harga jam tangan mewahnya mencapai Rp 33,5 miliar.

Harvey terlibat dalam pusaran korupsi tata niaga timah di IUP PT Timah tahun 2019-2022 karena menjadi perwakilan PT RBT dalam kerja sama bersama PT Timah.

Kerja sama ini dinilai merugikan negara, karena penambangan timah diduga dilakukan secara ilegal. Keuntungan besar dari penambangan ilegal ini disinyalir mengalir langsung ke kantong pribadi, tanpa memberikan kontribusi yang semestinya kepada negara.

Sebagai salah satu sumber daya alam yang berharga, timah Indonesia memiliki nilai jual tinggi di pasar global. Namun, praktik ilegal tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga merusak lingkungan dan mencederai kepercayaan publik.

Masyarakat kini mempertanyakan legitimasi kekayaan Harvei Moies. Jika benar sebagian besar harta kekayaannya berasal dari tambang, maka perlu ditelusuri apakah kegiatan tersebut dilakukan secara legal dan transparan. Dalam konteks ini, publik berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi pihak-pihak yang dirugikan.

Publik menantikan kejelasan kasus ini dan berharap adanya tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan yang merugikan negara. Jika terbukti bersalah, Harvey Moies bukan hanya menghadapi konsekuensi hukum, tetapi juga kehilangan reputasi.

Kasus Harvei Moies menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat dalam sektor tambang. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa sumber daya alam dikelola dengan bertanggung jawab, demi kesejahteraan bersama, bukan keuntungan segelintir pihak.

Ke depan, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menjaga integritas dalam pengelolaan sumber daya alam demi masa depan Indonesia yang lebih baik.*

Artikel Lainnya