Jakarta, INDONEWS.ID- Ternyata, sisi lain dari kehebatan bintang Real Madrid, Vinicius Jr adalah kelemahannya dalam mengendalikan emosi saat bertanding.
Dari sisi emosional, rapor pemain berusia 23 tahun ini tergolong merah. Statistik mencatat, selama musim ini, bintang asal Brasil itu telah mengoleksi delapan kartu kuning dalam 20 pertandingan.
Sebagian besar kartu kuning yang diterima Vinicius karena protes berlebihan. Terbaru, Vinicius mendapat kartu merah saat melawan Valencia di Mestalla, Sabtu dini hari WIB (4-1-2025).
Ini merupakan kartu merah kedua dalam tiga tahun terakhir dan menjadi kartu merah ketiga dalam kariernya.
Vinicius diusir keluar lapangan setelah wasit mengecek VAR. Tampan Vinicius mengangkat tangan ke wajah kiper Valencia, Stole Dimitrievski.
Aksi bintang muda ini bermula ketika Dimitrievski memprovokasinya, menyuruhnya bangkit setelah terjatuh di kotak penalti.
Vinicius bereaksi dengan cepat, berdiri, lalu mendorong wajah Dimitrievski dengan kedua tangannya.
Rekaman VAR menjadi bukti bagi hakim utama pertandingan untuk mengeluarkan kartu merah dan mengusir Vinicius dari lapangan.
Patahnya, Vini lantas terancam hukuman hingga 12 pertandingan. Ancaman ini membuat Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti bergerak cepat.
Ancelotti mengatakan, pihaknya akan mengajukan banding atas kartu merah yang diterima Vinicius, karena merasa bahwa hukuman kartu merah itu berlebihan.
"Kami akan mengajukan banding. Menurut kami, itu seharusnya dua kartu kuning, bukan kartu merah. Dia diusir keluar, tetapi tim bereaksi menghadapi kesulitan ini, seperti halnya ketika gagal penalti," kata Ancelotti diberitakan Football Espana.
Sekadar informasi, mengacu pada Pasal 104 Kode Disiplin RFEF, insiden tersebut dapat diklasifikasikan sebagai "agresi,". Sanksi yang diberitakan berupa ancaman larangan bermain antara empat hingga 12 pertandingan.
Maka jika menerima hukuman maksimum, pemain berusia 23 tahun itu akan melewatkan sebagian besar musim ini.
"Kami akan melihat apakah banding yang akan diajukan diterima. Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, hanya memberi selamat kepada para pemain," ujar Ancelotti.
Kendati menyayangkan kejadian tersebut, Ancelotti enggan menyalahkan Vinicius yang terpancing oleh provokasi Dimitrievski.
"Awalnya ada sentuhan dari kiper, kemudian dorongan dari Vini. Menurut saya, dua kartu kuning sudah cukup, dan masalah ini seharusnya selesai," terang pelatih asal Italia itu.
"Saya tidak ingin mengatakan bahwa dia jatuh ke dalam jebakan. Dia selalu berusaha melakukan yang terbaik, kadang berhasil, kadang kurang. Tapi semuanya berakhir di sini. Saya harap dia bisa bermain di pertandingan berikutnya," bebernya.
Atas aksi yang merugikan tim, Vinicius sudah menyampaikan permohonan maaf lewat akun X. "Maaf dan terima kasih tim," tulisnya di platform X.