Nasional

Terima Kunjungan Menteri PPPA, Bos PNM: Kita Punya Kampung Madani yang Mirip dengan Rumah Bersama Indonesia

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 13/01/2025 08:45 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi mengatakan, saat ini PNM memiliki 22 Kampung Madani yang mengintegrasikan seluruh aspek sosial ekonomi sekaligus mengajak peran aktif nasabah dan masyarakat lokal untuk berpartisipasi aktif dalam mengelola desanya. Program ini hampir sama dengan program Rumah Bersama Indonesia (RBI) milik Kementerian PPPA.

“Nanti tindak lanjutnya yang real kegiatan di lapangan. Kementerian PPPA punya Rumah Bersama Indonesia. Mungkin kami akan isi dengan kegiatan pembinaan ekonomi produktif,” jelasnya saat menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Choiri Fauzi dan rombongan di Menara PNM pada Jumat, 10 Januari 2024.

Arief pun mengaku siap untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian PPPA. Ia mengatakan, kerja sama yang terjalin antara PNM dan Kementerian PPPA nantinya akan memberikan nilai tambah bagi 15,8 juta nasabah pada program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

“Kerja sama dengan Kementerian PPPA ada nilai tambah lain yang bisa kami berikan kepada nasabah,” ujarnya.

Ia menyebut, kerja sama ini merupakan bagian dari semangat pemerintahan baru yang mengutamakan kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan berbagai program dan inisiatif dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Choiri Fauzi ingin memperkuat pemberdayaan perempuan khususnya di tingkat desa dengan menjalin kerja sama bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Kami akan berkolaborasi, bersinergi dengan PNM. Jadi, ini salah satu solusi untuk memperkuat perempuan-perempuan di tingkat desa,” ujarnya.

Ia mengatakan, kerja sama ini akan dimulai dengan pemetaan terlebih dahulu untuk melihat potensi yang bisa dikembangkan. Misalnya, jika ada masyarakat desa yang memiliki minat di bidang kecantikan, pihaknya akan memberikan pelatihan. Begitu juga bagi mereka yang berjiwa wirausaha, akan diberi dukungan untuk mengembangkan usaha sesuai dengan minat yang dimiliki.

“Jadi, kita akan pemetaan dulu di sebuah desa, kemudian kemungkinan dari PNM bisa bantu di sektor apanya, kemudian kita akan melanjutkan kolaborasi,” katanya.

 
 

Artikel Lainnya