Jakarta, INDONEWS.ID - Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, menyoroti pentingnya program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar sebagai upaya memberdayakan perempuan di Kota Mojokerto.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Pemberdayaan Temu Inspirasi Lokal yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI (Kemenko PM) di GOR Seni Mojopahit, Kota Mojokerto, Kamis (16/1/2025).
Dalam sambutannya, Ali Kuncoro mengapresiasi kontribusi PNM Mekaar yang telah memberikan dampak positif bagi perempuan, khususnya di Mojokerto Raya.
“Besar harapan saya dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh PNM, perempuan khususnya di Mojokerto Raya semakin berdaya. Dengan perempuan berjaya, Insya Allah seluruh keluarganya akan sejahtera. Apabila keluarga sejahtera, maka cita-cita Indonesia emas dan unggul di tahun 2045 akan tercapai,” katanya.
Ali Kuncoro juga menegaskan pentingnya memberikan akses keuangan kepada perempuan karena mereka dinilai lebih setia dan berkomitmen dalam memanfaatkan peluang tersebut.
Di kesempatan yang sama, Ali Kuncoro memaparkan kondisi Kota Mojokerto yang memiliki luas wilayah hanya 20,48 KM² dengan tiga kecamatan dan 18 kelurahan. Meski kecil, kota ini memiliki potensi besar di sektor perdagangan, jasa, serta makanan dan minuman, yang menjadi penyumbang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Indeks pembangunan manusia (IPM) kita sudah di angka 81,76. Angka kemiskinan berada di 5,57 persen, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,57 persen,” ungkapnya.
Diketahui, sebanyak 11.819 pelaku UMKM di Kota Mojokerto telah menjadi nasabah PNM Mekaar dengan nilai transaksi mencapai Rp33 miliar lebih.
Sementara itu, Direktur Utama PT PNM Mekaar, Arief Mulyadi, memaparkan bahwa nasabah PNM secara nasional kini telah mencapai 21,7 juta perempuan. Menurutnya, program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perempuan demi mendukung perekonomian keluarga.
“Alhamdulillah, sejak 2019 kami melampaui target 6 juta nasabah. Hingga hari ini, sudah ada 21,7 juta perempuan Indonesia yang menjadi bagian dari PNM Mekaar,” jelas Arief.
Arief juga menambahkan bahwa program ini berkontribusi pada pengentasan kemiskinan, khususnya melalui Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (P3K). Sebanyak 4,1 juta perempuan yang sebelumnya masuk kategori miskin ekstrem kini telah menjadi nasabah PNM Mekaar.
“Inilah salah satu bentuk aktualisasi pelaksanaan tugas yang kami terima sebagai bagian dari keluarga besar BUMN khususnya bagian dari holding ultra mikro untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia ini,” pungkasnya.
Acara ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bersama Wakil Menteri BUMN, Tiko, ke Mojokerto.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi.*(KabarTerdepan)