Jakarta, INDONEWS.ID-Papatah lawas `Maksud hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai` nampaknya pas untuk situasi Persebaya Surabaya yang gagal menang di kandang sendiri.
Bermain di di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (17/1), Persebaya Surabaya menjamu Malut United pada lanjutan pekan ke-19 BRI Liga 1.
Pada laga krusial ini, Persebaya mengusung misi harus menang untuk mendapatkan poin penuh agar tetap menempel pemuncak klasemen BRI Liga 1 musim ini.
Misi ini cukup realistis mengingat statistik pertandingan menunjukkan kualitas Persebaya berada di atas Malut. Secara peringkat skuad Bajul Ijo berada di peringkat kedua klasemen.
Sementara Malut hanya bertengger di peringkat 12 klasemen. Lalu produktivitas penyerang Persebaya juga berada di atas Malut dan Persebaya belum pernah kalah main di kandang.
Sayangnya, catatan statistik tidak selamanya berbanding lurus dengan hasil yang dicapai. Persebaya menelan kekalahan menyakitkan di hadapan publik sendiri.
Kegagalan eksekusi penalti olehbBruno Moreira pada menit ke-5 dan gol bunuh diri Idrus pada menit 82 turut menambah rasa betapa pahitnya kekalahan.
Bertanding di depan publik sendiri, Persebaya sejatinya sudah memulai dengan apik. Gebrakan awal lewat tekanan yang dilakukan Toni Firmansyah berbuah penalti di menit kelima.
Berawal dari aksi individu Toni di sisi kiri kotak penalti. Pergerakan yang membahayakan itu langsung dijegal Safrudin Tahar yang membuat wasit menunjuk titik putih.
Namun sangat disayangkan, Bruno Moreira gagal mengubah bola mati menjadi gol. Tembakan striker asal Brasil itu terlalu menepi hingga membentur tiang gawang.
Malut merespon serangan tuan rumah dengan sejumlah aksi yang berujung peluang. Serangan yang dibangun Yance Sayuri dkk kerap menghadirkan ancaman serius di menit ke-43. Namun serangan gagal berbuah gol karena membentur tiang.
Kedua tim pun harus puas bermain imbang tanpa gol alias 0-0 hingga babak pertama jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung keras kembali. Jual-beli serangan terjadi dengan intensitas permainan tempo tinggi.
Tuan rumah nyaris memecah kebuntuan di menit ke-68 lewat saat Malik Risaldi mendapat bola liar di dalam kotak penalti.
Malik dengan cepat melepaskan tembakan keras. Namun bola sepakannya masih bisa diblok Dida yang tampil cemerlang.
Tiga menit berselang, Persebaya kembali mengancam gawang tim tamu saat peluang emas didapat Flavio Silva lewat sundulan. Sayangnya bola masih membentur mistar gawang.
Seiring waktu menuju titik akhir, pada menit 73, sebuah kesalahan di lini belakang Persebaya. Bola memantul dari kaki Ardi Idrus langsung disambar Junior Brandao di depan gawang. Skor 0-1 untuk Malut.
Tertekan karena tertinggal 0-1, gawang Persebaya kembali jebol di menit ke-82, bukan lawan yang sukses mencetak gol,tapi Ardi Idrus melakukan gol unuh diri.
Ini terjadi ketika Ardi Idrus berupaya melakukan blok umpan tarik Yakob Sayuri. Blok tersebut tidak sempurna, bola membelok arah masuk ke gawang sendiri. Malut United memimpin skor 0-2.
Tim berjuluk Bajul Ijo mencoba untuk mengejar ketinggalan di waktu sisa, namun tetap gagal karena solidnya pertahanan Malut.
Kekalahan 0-2 membuat Persebaya gagal menempel Persib jika pertandingan malam ini Maung menang.
Kemenangan ini membuat Malut menambah poin menjadi 25 poin dari 19 bertanding, kendati tetap di peringkat 12 klasemen, hanya selisih 1 poin dengan PSBS Biak yang berada di peringkat 11.
Susunan Pemain
Persebaya Surabaya XI: Andhika Ramadhani (PG); Arief Catur, Dime Dimov, Slavko Damjanovic, Ardi Idrus; M Rashid, Kadek Raditya, Toni Firmansyah; Malik Risaldi, Dejan Tumbas, Bruno Moreira.
Malut United XI: Dida (PG); Safrudin Tahar, Wahyu Prasetyo, Chechu Meheses, Yance Sayuri; Wbeymar Angulo, Adriano Castanheira, Manahati Lestusen; Ahmad Wadil, Junior Brandao, Sony Norde.