Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah terus membangun perekonomian nasional secara inklusif untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Di bagian barat, Indonesia memiliki Batam, Bintan, dan Karimun yang merupakan salah satu kawasan yang menjadi pusat industri, perdagangan, dan investasi yang strategis karena berada dekat dengan jalur perdagangan internasional di Selat Malaka. Batam sendiri termasuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan memiliki Kawasan Ekonomi Khusus yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Batam bukan hanya kota industri tetapi kota jasa dengan layanan Pemerintah yang baik dan adaptif. Sesuai dengan PP nomor 4 tahun 2025 dan PP sebelumnya 46 tahun 2007, Kepala BP Batam dijabat secara ex officio oleh Wali Kota Batam dan Wakil Kepala BP Batam oleh Wakil Wali Kota Batam. Dengan demikian BP Batam telah memiliki pimpinan baru, Pak Amsakar Ahmad sebagai Kepala BP Batam dan Ibu Li Claudia sebagai Wakil Kepala BP Batam yang tentunya kita berharap akan melanjutkan agar Batam menjadi pusat pertumbuhan ekonomi tidak hanya di level Kepulauan Riau tetapi di level nasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dalam pelantikan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam di Jakarta, Kamis (20/02).
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan Batam pada tahun 2023 sebesar 7,04%. Sedangkan pada triwulan III tahun 2024, Batam mampu bertumbuh sebesar 7,50%. Pertumbuhan ekonomi yang baik tersebut diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang baik dengan komposisi pekerjaan didominasi oleh jasa dan manufaktur.
“Tentunya perkembangan ekonomi ini diikuti dengan investasi dimana di Q3 tahun lalu, PMA-nya 4,5 triliun rupiah, sementara PMDN-nya 2,4 triliun rupiah, sehingga total realisasi investasi 6,9 triliun rupiah. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari 2023. Jadi, kami mohon nanti Kementerian Investasi dan Hilirisasi memprioritaskan Kepulauan Riau dan Batam karena ini adalah muka Indonesia di Selat Malaka,” kata Menko Airlangga.
Adanya KPBB dan KEK di Batam menjadi fasilitas fiskal dan non fiskal yang bersaing dengan kawasan ekonomi yang ada beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Batam terdapat empat KEK yaitu KEK Batam Aero Technic yang menjadi pusat MRO pesawat, KEK Nongsa yang menjadi pusat data center, IT serta ekonomi digital, KEK Tanjung Sauh yang menjadi pusat produksi dan pengolahan serta logistik, dan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam yang akan menjadi pusat layanan kesehatan internasional yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Internasional Apollo India. Dalam pertemuan tersebut Menko Airlangga juga mendorong pembangunan pelabuhan dan bandara kelas internasional agar menjadi quick win di bidang pariwisata.
Dalam pelantikan tersebut Menko Airlangga juga berterima kasih kepada Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam sebelumnya yakni Muhammad Rudy dan Purwiyanto yang telah melakukan dedikasi tinggi dengan berbagai pembangunan infrastruktur yang berporgres secara baik dalam bentuk jalan flyover pelabuhan bandara yang kerja sama dengan Korea Selatan serta kawasan-kawasan industri sehingga pembangunan tersebut diharapkan dapat terus berjalan dengan baik.
“Tentu, daya saing menjadi penting dan daya saing ini menjadi krusial karena kita sudah punya saingan tetangga yaitu Johor dan Singapura yang juga berlomba-lomba untuk menarik investasi. Saya yakin Pak Amsakar Ahmad dan Ibu Li Claudia dapat berkoordinasi dengan baik dan dengan stakeholder di pusat,” pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain yakni Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Iman Sutiawan, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Askolani, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti.