Nasional

Pernyataan Sikap Pemuda Mahasiswa Kenotan Yogyakarta Terkait Proyek Pembangunan Desa Kenotan

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 22/02/2025 08:47 WIB


Yogyakarta, INDONEWS.ID – Pemuda Mahasiswa Kenotan Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait berbagai persoalan yang terjadi di Desa Kenotan, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, khususnya mengenai proyek pembangunan air minum bersih Wai Gemang yang hingga kini belum terselesaikan.

Proyek yang dimulai sejak tahun 2021 tersebut belakangan diketahui tidak menunjukkan perkembangan yang jelas meskipun telah menghabiskan anggaran sebesar Rp450.237.753 dari berbagai sumber.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengelolaan keuangan desa di Desa Kenotan dinilai belum transparan dan tidak sesuai dengan peraturan yang ada, seperti Pemendagri Nomor 20 Tahun 2018 dan PMK Nomor 201/PMK.07/2022, yang mewajibkan pengelolaan keuangan desa dilakukan secara partisipatif, transparan, akuntabel, dan disiplin.

Selama tiga tahun terakhir, anggaran untuk proyek ini tidak diketahui oleh masyarakat setempat. Kepala Desa Kenotan berjanji akan memberikan informasi mengenai anggaran tersebut melalui Sekdes, namun hal tersebut hingga kini belum terealisasi.

Selain masalah proyek air bersih, sejumlah masalah lain juga mencuat di Desa Kenotan, seperti pembangunan fisik (TALUD) yang terbengkalai, kasus pencurian oleh remaja, serta pemotongan dana BLT dengan alasan pembangunan WC.

Semua ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah Desa Kenotan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. BPD (Badan Permusyawaratan Desa) sebagai lembaga perwakilan masyarakat juga dinilai gagal menjalankan perannya dalam mengawasi kinerja pemerintah desa dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

"Sementara BPD sebagai lembaga perwakilan masyarakat Desa Kenotan tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya sendiri seperti menggali, mengelola, dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta mengawas dan mengontrol kinerja pemerintah Desa," demikian bunyi pernyataan sebagaimana dikutip dari lampiran yang diterima media ini, Jumat (21/2/25).

Dalam rangka menuntut akuntabilitas dan transparansi dari pemerintah Desa Kenotan, Pemuda Mahasiswa Kenotan Yogyakarta menyampaikan tuntutan kepada berbagai pihak terkait, antara lain:

  1. Kepada SKPD dan Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur untuk segera melakukan audit pengelolaan keuangan Desa Kenotan Tahun Anggaran 2022-2024.
  2. Kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Flores Timur untuk segera menyelidiki pengelolaan dana desa di Desa Kenotan.
  3. Pemerintah Desa Kenotan untuk segera melakukan transparansi dana desa.
  4. Pemerintah Desa Kenotan untuk memberikan kejelasan mengenai proyek pembangunan air bersih Wai Gemang dan proyek pembangunan lainnya yang mangkrak.
  5. Pemerintah Desa Kenotan untuk mempertanggungjawabkan pemotongan dana BLT.
  6. BPD dan Pemerintah Desa Kenotan untuk segera menetapkan anggaran tahun 2025.
  7. BPD Desa Kenotan untuk mengawasi pelaksanaan RPJMDesa, RKDesa, dan APBDesa.
  8. Pemerintah Desa Kenotan dan BPD untuk segera membuat aturan terkait kenakalan remaja, seperti pencurian, yang terjadi di Desa Kenotan.

"Pemuda Mahasiswa Kenotan Yogyakarta menyerukan agar semua pihak terkait segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dan pembangunan desa," kata Kordinator Aksi Fandri Tukan & Noven Korebima masih dikutip dari keterangan tersebut.

 

Artikel Lainnya