Jakarta, INDONEWS.ID - Ade Ratnasari mengadu ke Komnas Perempuan, kedatangannya guna melaporkan perihal pelecehan yang telah ia alami. Dari laporan itu, komnas berjanji akan menindaklanjuti dan kerja sama dengan pihak Polda Bali tempat korban melaporkan peristiwa memalukan yang ia alami.
Mengenakan kemeja putih dan bercelana jeans, Ade didampingi kawannya masuk ke ruang UPR mengadukan peristiwa memalukan yang sempat membuat dirinya depresi. Sekitar 30 menit Ade bercerita pada petugas yang menangani, lalu ia keluar dari gedung Komnas Perempuan dengan membawa selembar kertas rekomendasi yang menyatakan dirinya telah melaporkan peristiwa pelecehan ke Komnas Perempuan.
Dihadapan media, Ade mengatakan, peristiwa pelecahan terjadi pada tanggal 31 Desember 2024, di salah satu gedung di Bali. Kala itu Ade, tengah menjalani tugas dari kantornya untuk mengawasi manajemen gedung tempat ia dilecehkan.
Menurutnya, saat dia berdebat dengan pekerja di gedung itu, tiba-tiba dari arah belakang dirinya dipeluk, dan tangan si pemeluk digesekan ke bagian dada Ade. Saat itu ada sekitar 10 orang di ruangan tersebut, namun mereka tak mencegah si pelaku melakukan itu malah menertawakan Ade yang batinnya terluka akibat perlakuan tak senonoh.
"Aku tidak kenal dengan pelaku, tapi menurut saksi mata, pelaku berinisial BT dan merupakan salah satu pemegang saham tempatku bekerja", ungkap Ade sambil menitihkan air mata.
Ade pun sudah melaporkan ke pelaku ke Polda Bali, menurutnya, saat ini masih dalam tingkat lidik atas peristiwa tersebut, dan beberapa saksi mata sudah dipanggil pihak Polda Bali. Ade juga memberikan bukti berupa rekaman CCTV dan hasil test psikologi yang menyatakan dirinya mengalami trauma atas peristiwa tersebut.
Dengan melapor ke Komnas Perempuan, Ade berharap, peristiwa memalukan yang ia alami cepat di proses ke meja hijau, agar kejadian serupa tak berulang ke perempuan lain. Dan laporan ini menjadi pembelajaran bagi siapapun yang ingin berniat buruk pada orang lain, terutama pelecehan.