Nasional

Banjir Melanda Tangerang Selatan, 23 Titik Terendam, Warga Dikejutkan Kejadian Tak Terduga

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 08/04/2025 10:06 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan pada Minggu sore, 6 April 2025, menyebabkan banjir di berbagai kawasan, termasuk Bintaro Sektor 9 di Pondok Betung, Pondok Aren.

Banjir yang terjadi menghebohkan warga setempat dan viral di media sosial. Video yang beredar menunjukkan aliran kali yang membelah ruas jalan di wilayah tersebut meluap dan melimpas, menyebabkannya terendam banjir yang cukup signifikan.

Salah satu warganet yang melihat video tersebut mengungkapkan, "Kaya baru sekarang liat sekbil banjir setinggi ini," menyiratkan betapa langkanya kejadian serupa di kawasan itu.

Beberapa warganet lainnya juga mengungkapkan kekagetannya, mengingat aliran kali tersebut belum pernah meluap sejauh ini selama mereka tinggal di kawasan Bintaro. "Bintaro riwayatmu kini," tulis komentar lainnya.

Sementara itu, warga di kawasan lainnya juga menghadapi dampak serius dari hujan lebat ini. Seperti yang diungkapkan Nurdin dan Bambang, warga Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren. Nurdin menceritakan bahwa ia pulang setelah bersilaturahmi di libur Lebaran dan mendapati rumahnya terendam banjir dengan ketinggian air sekitar satu meter. "Saya akhirnya dievakuasi semalam," ungkap Nurdin.

Bambang, yang juga tinggal di kawasan tersebut, mengungkapkan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Banjir mulai terjadi selepas magrib dan baru surut sekitar pukul 3 pagi, Senin 7 April 2025. "Waduh hancur semua. Semua jadi kotor, lumpur dan sampah paling banyak," ujar Bambang, berharap pemerintah setempat bisa segera menangani permasalahan banjir yang sudah menjadi tradisi di kawasan tersebut.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan yang turun pada hari itu tercatat cukup lebat, namun belum mencapai kategori ekstrem. Stasiun Klimatologi Banten yang terletak di Pondok Betung, Pondok Aren, mencatatkan curah hujan sebesar 102 mm. Meskipun hujan yang turun tidak ekstrem, BMKG menyatakan bahwa curah hujan lebih dari 150 mm baru dianggap sebagai hujan ekstrem.

Namun, hujan yang terjadi tetap menyebabkan banjir di setidaknya 23 titik di wilayah Tangerang Selatan dan dua titik tanah longsor. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, beberapa titik banjir yang cukup signifikan antara lain terjadi di Perumahan Pondok Maharta, Perum Pondok Safari, dan Perumahan Graha Mas Serpong.

Berikut adalah rincian banjir di beberapa titik yang terdampak:

  1. Pondok Maharta, Pondok Kacang Timur
    Ketinggian banjir: 30-90 cm
    Warga terdampak: 350 KK
    Penyebab: Hujan dan meluapnya aliran kali

  2. Perum Pondok Safari, Pondok Aren
    Ketinggian banjir: 15-70 cm
    Warga terdampak: 80 KK
    Penyebab: Meluapnya aliran kali

  3. Graha Mas Serpong, Serpong Utara
    Ketinggian banjir: 40-60 cm
    Warga terdampak: 120 KK
    Penyebab: Hujan

Selain itu, hujan lebat juga menyebabkan dua titik tanah longsor, yang salah satunya terjadi di The Paradise Park Residence, Ciputat, yang menutup akses jalan warga dengan longsoran setinggi 5-7 meter dan lebar 20-25 meter.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui BPBD mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor yang bisa terjadi kapan saja, mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Diharapkan langkah mitigasi dan perbaikan sistem drainase dapat segera diterapkan untuk mengurangi dampak serupa di masa mendatang.

Artikel Lainnya