Nasional

Indonesia Hadiri Pertemuan Khusus Menteri Ekonomi ASEAN Bahas Tarif Balasan AS dan Strategi Kawasan

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 11/04/2025 11:41 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID — Perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut menghadiri ASEAN Economic Ministers (AEM) Special Meeting yang digelar secara daring pada 10 April 2025. Pertemuan ini merupakan forum khusus para Menteri Perdagangan ASEAN guna merespons isu strategis terkait tarif timbal-balik yang diumumkan oleh Amerika Serikat pada 2 April lalu.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, dengan pendampingan dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri dari Kantor Kementerian Perdagangan.

Pertemuan ini difokuskan untuk membahas dampak kebijakan tarif terbaru Amerika Serikat terhadap negara-negara anggota ASEAN serta merumuskan langkah kolektif ke depan. Para menteri menyepakati pentingnya menjaga hubungan baik dengan AS melalui jalur dialog dan menegaskan bahwa ASEAN tidak akan mengambil langkah retaliasi. Sebaliknya, ASEAN berkomitmen untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan dan menciptakan lingkungan perdagangan yang stabil, transparan, dan inklusif.

Dalam diskusi tersebut, ASEAN juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai platform kerja sama yang telah ada, seperti ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) dan Kemitraan Strategis ASEAN-AS, untuk menjajaki kepentingan bersama. Selain itu, negara-negara ASEAN didorong untuk memperkuat perdagangan intra-kawasan melalui perjanjian seperti ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) dan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Langkah lain yang disepakati mencakup penjajakan mitra dagang baru, optimalisasi kerja sama dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), serta upaya untuk mempertahankan keterlibatan aktif Amerika Serikat dalam perdagangan dengan ASEAN.

Hasil pembahasan juga menekankan pentingnya peran Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025, sesuai dengan Joint Statement yang sebelumnya dibahas antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dan Perdana Menteri Malaysia di Kuala Lumpur. Malaysia diharapkan aktif memimpin upaya engagement dengan Amerika Serikat.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, ASEAN berencana membentuk Satuan Tugas Geoekonomi (Geoeconomics Task Force) serta mengadakan ASEAN Virtual Summit dalam waktu dekat untuk memperkuat koordinasi dan implementasi strategi kawasan menghadapi dinamika global.*

Artikel Lainnya