Jakarta, INDONEWS.ID - Di ketinggian 1.033 meter di wilayah Maharashtra, India, berdiri sebuah peninggalan luar biasa dari masa lampau: Benteng Lohagad, sebuah benteng megah yang telah menyaksikan lebih dari dua milenium sejarah manusia.
Menurut catatan dari Archaeological Survey of India (ASI), benteng ini berasal dari masa Dinasti Satavahana, sekitar abad ke-1 hingga ke-2 SM, menjadikannya salah satu benteng tertua di India yang masih bertahan.
Namun, yang membuat Benteng Lohagad begitu menarik bukan sekadar usianya, melainkan juga kecanggihan desain dan ketangguhan strukturnya. Dibangun di atas bukit curam yang sulit dijangkau, lokasi ini dipilih dengan pertimbangan militer kuno sebagai titik pertahanan yang strategis.
Batu basalt lokal dipahat dan disusun secara tradisional tanpa bantuan semen modern—mengandalkan teknik sambung dan tumpuk yang presisi.
Empat gerbang utama menjadi pengaman berlapis yang membuat benteng ini seperti benteng bertingkat. Dindingnya yang tebal dan kokoh menunjukkan kemampuan teknik pertahanan masa lampau.
Salah satu bagian paling mencolok adalah Vinchu Kata, formasi berbentuk seperti ekor kalajengking yang dirancang untuk mengecoh musuh dan mengarahkan mereka ke jalur pertahanan.
Lebih dari sekadar benteng militer, Lohagad juga menunjukkan pemikiran maju soal keberlanjutan. Tangki air hujan dan sistem saluran air dibangun untuk memastikan ketersediaan air, baik saat pengepungan maupun musim kering. Hal ini menjadikan benteng ini semacam "peradaban kecil" di atas bukit.
Peran penting Benteng Lohagad dalam sejarah kembali mencuat pada abad ke-17, ketika Chhatrapati Shivaji Maharaj, tokoh besar dalam sejarah Maratha, merebutnya dan menjadikannya pusat penyimpanan harta rampasan.
Sejak itu, benteng ini tidak hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga warisan budaya yang terus menarik perhatian para sejarawan dan wisatawan.
Kini, Benteng Lohagad bukan hanya monumen masa lalu, tetapi juga lambang kejayaan arsitektur, strategi militer, dan visi keberlanjutan yang melampaui zamannya.
Sumber: Archaeological Survey of India (ASI)