Olah Raga

Demi Perbaiki Liga 1, Manajemen Semen Padang Datangi PT LIB Sampaikan Aspirasi

Oleh : donatus nador - Selasa, 22/04/2025 13:30 WIB


Manajemen Semen Padang FC yang diwakili penasihat klub, Andre Rosiade dan CEO PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Win Bernadino mendatangi Kantor PT Liga Indonesia Baru (LIB) selalu penyelenggara atau operator Liga 1. Foto istimewa

Jakarta, INDONEWS.ID- Manajemen Semen Padang FC yang diwakili penasihat klub, Andre Rosiade dan CEO PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Win Bernadino mendatangi Kantor PT Liga Indonesia Baru (LIB) selalu penyelenggara atau operator Liga 1.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan sejumlah kejanggalan yang terjadi selama pertandingan antara Semen Padang FC kontra PSIS Semarang, di Gelanggang Olahraga Haji Agus Salim, Kamis (17/4/2025).

Selain menyampaikan sejumlah kejanggalan, Andre dan Win juga memberikan masukan agar Liga 1 yang kini tinggal lima laga ini dipimpin oleh wasit dari luar, bukan wasit lokal.

Hal itu penting agar pertandingan berjalan fair  demi kebaikan Liga1 ke depan.  Andre, selaku penasehat Semen Padang FC mengatakan, pihaknya mendanai PT LIB  untuk menyampaikan aspirasi.

Sebab, lanjut dia, di putaran kedua ini pihaknya merasakan berkali-kali dizalimi. Bahkan, menurutnya, dalam satu pertandingan ada delapan pemain inti Semen Padang FC yang tidak bisa main karena sanksi, kartu merah dan akumulasi kartu kuning.

Dia pun menduga kalau Semen Padang FC ini ditarget untuk degradasi. "Apalagi isu yang berkembang, bahwa skenario dengan PSIS Semarang sudah ada Jateng, Yogya PSIM naik, PSS Sleman degradasi," benernya kepada media, dikutip Selasa (22/4/2025).

"Sementara Semen Padang FC, karena Bhayangkara FC susah menemukan homebase barunya di Sumatera, di Lampung, maka Semen Padang degradasi," lanjut Andre.

Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR itu, apa yang berkembang di luar sana, itu pun yang dia rasakan yang puncaknya terjadi  saat menjamu PSIS Semarang di GOR Agus Salim Padang.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah itu, terlihat Semen Padang seperti tidak boleh dapat poin. Fakta bahwa ada 2  gol dianulir.

"Gol pertama Bruno Gomes yang dibilang offside pada menit 54+3. Butuh berapa menit wasit VAR (Video Assistant Referee/Asisten Wasit Video) harus menyatakan offside," ujarnya.

"Bahkan ada dugaan, garis merahnya dibikin miring. Tidak sesuai dengan garis putih lapangan. Untuk menjustifikasi Bruno harus offside," sambungnya.

Yang kedua, lanjut Andre, gol Steward pada menit ke-79, juga disebut ada pelanggaran. Padahal wasit tengah sudah menyatakan itu play on, bukan pelanggaran.

Sudah beberapa menit kemudian diintervensi dan dinyatakan oleh VAR sebagai pelanggaran. Padahal, kalau dilihat rekamannya, fifty-fifty (50:50). Itu dilihat langsung oleh wasit tengah, yang dekat dengan kejadian.

Andre mengatakan pihaknya melihat ada lima tim peringkat 13-17 poinnya berdekatan. Lima tim ini bberpuasa sama terdegradasi. Maka untuk menjaga asas keadilan, laga selanjutnya harus dipimpin wasit asing.

"Setiap tim masih mungkin terlempar ke zona degradasi. Untuk menjaga asas keadilan, kami juga sudah memasukkan surat resmi ke PT LIB soal ini, kami mohon selain mengevaluasi wasit, juga mengambil kebijakan baru," tegas Andre.

Andre mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan langsung ke Ketum PSSI Erick Thohir, meminta diadakan wasit asing untuk wasit tengah dan wasit VAR untuk pertandingan zona degradasi.

Andre berharap usulan itu bisa terlaksana agar isu-isu yang menyatakan ini sudah diatur atau di-setting tidak ada. "Semua mendapatkan keadilan," pungkasnya.

Andre menegaskan, kalah menang itu biasa, dan degradasi itu risiko berkompetisi. Pihaknya akan menerima secara objektif apabila mengalami kekalahan atau degradasi, jika memang terjadi secara fair.

"Apalagi kita tahu mengurus bola ini investasi bodong. Karena, kita habiskan puluhan miliar Rupiah, bahkan ada yang 100 miliar lebih, tapi investasi rugi. Karena tidak akan mendapatkan keuntungan," beber dia.

Andre menegaskan, tidak ada satupun pengurus klub di Indonesia yang untung. Seperti dirinya, urus klub tidak ada untung finansial.

"Jadi, harapan kami, jangan investasi besar ini dicederai. Ini harapan kami kepada PT LIB. Semoga aspirasi ini bisa ditangkap," sebut Andre.

Andre meminta mulai tanggal 27 April 2025, sudah ada wasit asing di lapangan dan VAR. Menurut Andre, VAR itu digunakan untuk memberantas mafia.

"Jangan VAR digunakan sebagai mafia baru. Jangan sampai masuk angin. Karena pertarungan selamat dari degradasi ini jauh lebih dahsyat dari juara," tegasnya.

Win Bernadino menambahkan Semen Padang meminta PT LIB melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja wasit yang memimpin pertandingan tersebut, termasuk perangkat VAR yang terlibat.

Win juga meminta PT LIB selaku operator agar memberi sanksi atau pembinaan yang diperlukan apabila ditemukan adanya kelalaian atau kesalahan prosedur oleh perangkat pertandingan.

"Mempertimbangkan penggunaan wasit asing termasuk wasit VAR asing untuk memimpin pertandingan-pertandingan sisa kompetisi BRI Liga 1-2024/25, khususnya yang bersifat krusial, demi menjamin kualitas kepemimpinan pertandingan yang adil, objektif, dan profesional tanpa bermaksud untuk mengecilkan kemampuan dan kapasitas wasit atau perangkat pertandingan nasional," beber Win.

Dia menyebut, Semen Padang meyakini bahwa langkah-langkah perbaikan ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kompetisi BRI Liga  dan memberikan sportifitas bagi seluruh klub peserta liga.

Diketahui, Andre dan Win diterima langsung oleh Direktur PT LIB Sadikin Aksa, Chief Marketing Officer PT LIB Budiman Dalimunthe dan Public Relation PT LIB Hanif Marjuni.

Dalam keterangan tertulis, Sadikin mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan Andre Win. Dia berjanji akan terus membenan Liga 1 agar semakin baik di mata publik bola.

"Kemarin salah satu yang hangat, kasus Semen Padang FC. Tapi Alhamdulillah, ke depan kita akan cari solusi apapun yang terjadi untuk perkembangan sepakbola ke depan," ujar Sadikin.

Sadikin mengucapkan terima kasih kepada manajemen Semen Padang FC yang datang langsung dengan Andre. Dia mengakui sekarang banyak klub yang datang ke PT LIB.

Mereka banyak berdiskusi dengan klub untuk perkembangan liga ke depan. Karena banyak sekali isu-isu yang diangkat demi perbaikan liga.

Sadikin mengatakan terkait usulan wasit asing itu, nanti diserahkan kepada penunjukan wasit dari Komite Wasit PSSI.

"Kami dari PT Liga berterima kasih, Pak Andre turun tangan langsung. Kita berharap ke depan bisa kita bersama menyelesaikan masalah ini," sambungnya. Kita semua berkomitmen untuk membenahi liga ini," tutupnya.

Artikel Lainnya