Jakarta, INDONEWS.ID-AC Milan tampil spektakuler pada derby della Madonnina kontra Inter Milan yang berlangsung di San Siro, Kamis (24/4/2025) mulai pukul 02.00 WIB.
Duel leg kedua semifinal Coppa Italia tersebut berkahir dengan kemenangan tim tamu dengan skor tekak 0-3. Dengan kemenangan ini, Milan lolos ke final Coppa Italia dengan skor agregat 1-4.
Sebelum, pada leg pertama semifinal Coppa Italia yang berlangsung di markas AC Milan, 3 April 2025, kedua tim hanya memetik hasil imbang 1-1.
Bermain di tengah-tengah lebih dari 80.000 suporter yang akan memenuhi stadion San Siro, duel kedua tim sekota Milan itu berlangsung dalam tekanan tinggi, khusus bagi Inter.
Tuan rumah mendapat peluang lebih dulu di menit ke-10 saat Matteo Darmian menusuk hingga kotak penalti. Dia langsung melepas tembakan, namun masih melebar.
Setelah itu, Si Ular kembali mengancam gawang tuan rumah di menit ke-23. Namu tembakan keras Federico Di Marco membentur tiang gawang.
Peluang kembali dimiliki Inter lewat bomber asal Argentina, Lautaro Martinez yang memanfaatkan bola pantul dari Mehdi Taremi. Namun sepakan Martinez melambung di atas gawang.
Saat Milan keluar dari tekanan, mereka langsung unggul. Berawal dari umpan silang Alex Jimenez di sisi kanan bisa ditanduk Luka Jovic menjadi gol di menit ke-36. Skor 0-1 atau agregat 1-2 untuk keunggulan Milan.
Inter berusaha mendapat gol penyama di sisa waktu. Namun hingga wasit menip peluit panjang, skor tetap 0-1.
Masuk babak kedua, Milan langsung menggebrak daerah bertahan lawan. Hasilnya, mereka mencetak gol kedua di menit ke-50 lewat aksi Jovic.
Berawal dari sepak pojok Theo Hernandez melahirkan kemelut di depan gawang. Sontekan pelan Jovic bisa menjebol gawang Josef Martinez. Skor 0-2, tuan rumah makin tertekan.
Tertinggal 2 2 gol, Inter berusaha bangkit. Sepak pojok Hakan Calhanoglu hadirkan ancaman usai bisa ditanduk Stefan De Vrij. Beruntung Mike Maignan masih bisa membendung sundulan De Vrij.
Di tengah upaya kerasa memburu gol, Milan justru kembali unggul lewat gok Tijjani Reijnders di menit ke-85. Gok ini bermula dari bola operasi Rafael Leao di sisi kiri kotak penalti menuju Reijnders yang langsung disambut dengan sepakan mendantar.
Milan unggul 3-0 dan skor ini bertahan hingga laga selesai. Milan pun laju ke final denahnya kemenangan agregat 1-4 atas rival sekota.
Kemenangan ini sekaligus mengubur ambisi Inter meraih trofi Treble Winner musim ini. Inter kini berharap bisa meriah trofi Serie A dan Liga Champions musim ini.
Kekalahan juga berpotensi pada persiapan Inter menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions. Rasa percaya diri Inter bakal terganggu oleh hasil laga kandang yang memalukan itu.
Tidak hanya itu, kekalahan itu menambah catatan buruk Inter tanpa kemenangan derby sepanjang musim. Laga melawan Milan Kamis (24/4) pagi tadi menjadi derby kelima musim ini yang mencatatkan hasil buruk bagi Inter.
Maka pilihan bagi Inter hanya satu yaitu meraih kemenangan. Pilihan satu-satunya itu membuat Inter bakal tertekan bemain di hadapan suporter yang haus akan kemenangan laga derby.
Sementara Milan, meski di Serie A, tercecer di peringkat ke-9, kemenangan ini membuka peluang untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Sebabnya, kemenangan ini menjadi satu-satunya jalan untuk lolos ke Liga Europa.
Selanjutnya, tim berjuluk Rossoneri menanti pemenang semifinal Bologna vs Empoli yang akan berduel di Stadion Renato Dall`Ara, Jimat (25/4/2025).