Nasional

BGN Usut Tuntas Kasus Keracunan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 04/05/2025 09:11 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan komitmennya untuk mengusut secara menyeluruh insiden dugaan keracunan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Bandung dan Tasikmalaya.

Insiden terbaru terjadi di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Tasikmalaya, pada Kamis (1/5/2025), dan menjadi sorotan karena program MBG merupakan salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

“Menyikapi munculnya kasus serupa di beberapa wilayah, kami menegaskan komitmen BGN untuk mengusut secara tuntas penyebabnya dan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam siaran persnya, Sabtu (3/5/2025).

BGN menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim investigasi gabungan ke lokasi kejadian dan saat ini tengah menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan dan bahan mentah yang digunakan. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan tersedia dalam waktu 10 hari ke depan.

Laporan insiden serupa juga muncul dari wilayah Kecamatan Coblong, Bandung. Dalam kedua kasus tersebut, siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.

Dadan menekankan bahwa BGN bekerja sama dengan berbagai pihak—termasuk satuan pendidikan, ahli gizi, penyedia bahan pangan, dan lembaga pengawasan mutu—untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan MBG, dari pemilihan bahan hingga distribusi makanan, berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Sebagai langkah korektif, BGN akan segera memperketat prosedur distribusi makanan. Pengetatan ini mencakup pengawasan terhadap protokol keamanan saat pengantaran dari dapur ke sekolah, pembatasan waktu maksimal pengantaran, serta pengaturan penyimpanan dan penyerahan makanan di lingkungan sekolah.

“Kami memahami kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat. Untuk itu, kami mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan menunggu hasil resmi investigasi. BGN akan terus menyampaikan informasi secara terbuka dan bertanggung jawab,” tegas Dadan.

BGN juga menyatakan bahwa kejadian ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas, pengawasan, dan ketelitian dalam penyelenggaraan program MBG. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk memastikan program ini tetap menjadi solusi gizi yang aman dan bermanfaat bagi anak-anak Indonesia.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq Tasikmalaya, Michael Julius Tobing, menyatakan bahwa semua prosedur penanganan bahan pangan telah dilakukan secara teliti.

“Setiap komponen menu seperti tahu, ayam, beras, sayur, dan kentang diperiksa kualitasnya secara menyeluruh sebelum diolah,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa hasil uji awal tim gizi internal menunjukkan bahwa makanan dalam kondisi baik sebelum dikirim ke penerima manfaat.

Artikel Lainnya