Nasional

Pangeran Djatikusumah, Sesepuh Sunda Wiwitan Cigugur, Wafat di Usia 93 Tahun

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 17/05/2025 12:15 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Kabar duka datang dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pangeran Djatikusumah, sesepuh Masyarakat Adat Karuhun Urang (Akur) Sunda Wiwitan di Cigugur, meninggal dunia pada Jumat pagi, 16 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIB.

Pangeran Djatikusumah yang akrab disapa Pangeran Rama Djati oleh keluarganya, wafat di usia 93 tahun. Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di Curug Go`ong, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh sanak keluarga, Windoro Adi. "Menyampaikan berita duka. Telah berpulang Pangeran Rama Djatikusumah sekitar sejam yang lalu. Mohon doanya," ujar Windoro singkat kepada Kompas.com.

Pemerintah Kabupaten Kuningan turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tokoh adat tersebut. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Kabupaten Kuningan, Deni Komara, menyampaikan bahwa Bupati Kuningan telah mendengar kabar duka tersebut dan berencana melayat ke kediaman keluarga almarhum.

"Iya betul, Pak Bupati sudah mendengar (Djatikusumah meninggal), menyampaikan bela sungkawa, dan berencana takziyah," kata Deni saat dihubungi Kompas.com. Takziah dijadwalkan setelah kegiatan Bupati bersama Gubernur Jawa Barat.

Pangeran Djatikusumah merupakan tokoh penting dalam sejarah dan perkembangan Masyarakat Adat Sunda Wiwitan di Jawa Barat. Ia adalah putra dari Pangeran Tedjabuana Alibassa dan Ratu Saodah, serta cucu dari Pangeran Sadewa Madrais Alibassa Kusuma Wijaya Ningrat, atau yang dikenal dengan Pangeran Madrais—seorang tokoh perjuangan kebudayaan yang dikenal melalui gerakan Agama Djawa Sunda (ADS).

Gerakan budaya yang diwariskan oleh Pangeran Madrais tersebut diyakini menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas Masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan di Kuningan.*

Artikel Lainnya