Nasional

Vaksin TBC, Pengamat Kesehatan: Jangan jadi Pikiran

Oleh : rio apricianditho - Minggu, 25/05/2025 12:34 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Belum lepas dari kekawatiran efek lanjutan vaksin covid, kini masyarakat dihebohkan dengan vaksin TBC. Pengamat kesehatan menyatakan vaksin TBC bukan untuk semua warga tapi hanya untuk orang yang serumah dengan penderita, lagi pula vaksin tersebut bukan saat ini disuntikan tapi masih dalam waktu yang panjang, bisa 2-3 tahun lagi.

Dr Jusuf Kristianto pengamat kesehatan mengatakan, vaksin yang dimaksud masyarakat itu memang masih tahap uji coba, dan saat ini sudah masuk tahap ketiga dan hasilnya nanti valsin ini layak atau tidak.

"Masyarakat tak perlu mikir jauh-jauh karena ini masih mencoba apakah cocok untuk orang Indonesia. Jadi tak usah mikir jauh-jauh karena waktunya masih panjang, nanti bila uji itu baik hasilnya baru diumumkan. Jadi jangan dipikirin", ungkapnya.

Lalu dikatakan, kenapa kita perlu mencegah TBC karena Indonesia ada di rangking pertama jumlah penderita TBC. Dan memang penyakit ini mudah menular, misalkan orang pergi ke luar kota sehat begitu pulang ia menderita TBC, untuk itulah kita perlu vaksin.

Perang melawan TBC sudah lama digaungkan, bahkan pemerintah menggratiskan pengobatan bagi penderita TBC. Kekawatiran masyarakat terhadap vaksin TBC merupakan trauma pandemi covid yang harus mewajibkan semua orang untuk menerima vaksin covid.

"Sebetulnya yang kurang dari masyarakat kita adalah awerness terhadap penyakit TBC, seharus begitu terpapar penyakit itu segera berobat dan akan diberikan obat terkait TBC dan itu gratis. Ini yang kurang dari masyarakat kita", ungkap dokter spesialis yang juga penasehat Ikatan Alumni UI.

Menurutnya, kenapa Indonesia menjadi target vaksin TBC, karena secara teori ilmiah apabila dalam populasi banyak yang terkena maka kita akan cari tahu apakah vaksin ini cocok atau tidak. Itu alasan kenapa Indonesia menjadi target vaksin TBC.

Ia kembali menegaskan, masyarakat jangan terlalu memikirkan vaksin TBC, karena prioritasnya vaksin ini adalah keluarga. Tapi memang ini perlu evaluasi dan perjalanannya masih panjang, lagi pula prioritinya adalah penderita TBC dan keluarga agar tidak terpapar.

Menutup pembicaraannya, ia mengatakan, masyarakat harus sadar dan peduli bahwa TBC masih ada meski sejak bayi kita sudah mendapatkan vaksin TBC. Ia akui, imunisasi yang diberikan sejak bayi cukup bagus dan penanganan pasien TBC di Indonesia pun baik, namun masyarakat harus tetap menyadari bahwa TBC masih 'gentayangan'.

Artikel Lainnya