Jakarta, INDONEWS.ID - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-75, tepatnya pada 25 Mei 2025. PGI benar-benar merasakan sukacita yang mendalam atas penyertaan Tuhan selama ini.
Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Darwin Dharmawan dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) mengatakan, ada tradisi dalam gereja untuk merayakan HUT tersebut.
“Dengan merayakan HUT tersebut kiranya gereja-gereja itu bisa relevan hadir. Artinya, dia bisa menjadi bagian dari masyarakat dan bisa menjawab berbagai krisis yang terjadi. Dan karena itu, kami melaksanakannya melalui berbagai kegiatan,” ujarnya dalam konferensi pers di Graha Oikumene, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025).
Gereja sadar, bahwa dirinya harus hadir “bagi yang lain”. Melalui berbagai acara yang telah dan akan diselenggarakan dalam rangka HUT PGI tersebut, katanya, gereja juga hadir untuk menyelamatkan sesama manusia yang lain.
“Semoga ke depan, dengan perayaan ini, gereja-gereja juga didorong untuk lebih serius mengikuti panggilannya, yaitu menyelamatkan dunia, seperti Kristus yang hadir untuk menyelamatkan umat manusia,” ujarnya.
Pdt. Darwin Dharmawan mengatakan, gereja juga tampil untuk ikut dan mengidentifikasi dirinya di tengah krisis yang menerpa saat ini.
Krisis tersebut antara lain, pertama, krisis kebangsaan. Krisis ini, katanya, terjadi karena belum tercapainya cita-cita pendirian bangsa dan negara Indonesia.
“Cita-cita Konstitusi hingga saat ini belum terwujud. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai indikator yaitu belum terwujudnya kesejahteraan. Demikian pula dengan indeks demokrasi yang masih belum berjalan baik,” ujarnya.
Kedua, krisis kesejahteraan. Hal ini terlihat dari masih tingginya jumlah penduduk miskin. Angka gini ratio juga semakin tinggi, yang menunjukkan ketimpangan antara orang kaya dan kelompok miskin.
Terjadi juga krisis oikumene, yaitu gereja berjalan sendiri-sendiri.
Selanjutnya, ada krisis ekologi. Hal ini ditandai oleh kerusakan lingkungan.
Berikutnya adalah krisis keluarga. “Jangan-jangan krisis bangsa ini dimulai dari krisis di tengah keluarga. Contohnya, berapa banyak dari keluaga kita yang mengajarkan integritas. Banyak dari keluarga kita yang hanya mengajarkan kepada anaknya agar mereka nanti sukses, dan kaya raya,” ujarnya.
Selanjutnya, krisis berupa kekerasan dalam rumah tangga, baik berupa kekerasan seksual.
Berikutnya adalah krisis di dunia pendidikan Kristen. “Hal ini misalnya ditunjukkan oleh sekolah kristen yang sulit bertahan,” katanya.
Terakhir, krisis teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Perkembangan AI menjadi peluang sekaligus tantangan. Karena itu, Gereja harus siap menghadapi disrupsi agar teknologi dapat digunakan untuk kebaikan bersama.
Menuju Puncak HUT
Sementara itu, Sekretaris Umum Panitia Pusat HUT PGI ke-75, Pdt. Audy WMR Wuisang, mengatkaan acara puncak HUT ke-75 PGI kali ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan sosial yang dimulai sejak Maret 2025, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako gratis, Alkitab, serta aksi peduli lingkungan dengan penanaman bibit pohon, dan semiloka teologi dan penjemaatan Dokumen Keesaan Gereja (DKG).
Keseluruhan kegiatan itu dilaksanakan di sejumlah provinsi di Indonesia seperti di Sumatera Utara, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimatan, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Papua Barat, dan Jakarta.
Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-75 PGI adalah Harmony Fest 2025 di GPIB Immanuel, Jakarta pada Jumat (30/5/2025), dan Ibadah Syukur di GKI Pondok Indah, Jakarta, pada Sabtu (31/5/2025).
Harmoni Fest 2025 ini akan diisi dengan bazaar yang melibatkan pelaku UMKM, panggung hiburan artis, di antaranya Once Mekel, Dirly Idol, dan Adeline Thesa, penampilan musik tradisional (Gondang, kolintang, safe, sasando), juga aneka permainan anak-anak.
Terkait kegitan itu, panitia juga telah beraudiensi dengan Pemprov DKI Jakarta, pada Selasa (27/5) untuk menyampaikan permohonan agar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri acara tersebut. Kegiatan akan dimulai pada pukul 8.00 WIB.
Selanjutnya, ibadah syukur di GKI Pondok Indah, akan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Dalam audiensi dengan Pemprov DKI Jakarta, panitian juga telah menyampaikan permohonan agar Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turut hadir. *