Bogor, INDONEWS.ID - Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia menggelar “family gathering” di Sentul, Senin (26/5/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) periode 2024-2029, Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, putri Proklamator RI/ Wakil Presiden pertama Bung Hatta. Mantan Menteri Nagara Pemberdayaan Perempuan itu ditemani oleh adik bungsunya Halida Hatta.
Hadir juga Sekjen IKPNI, Antarini Malik, yang merupakan putri Wapres Adam Malik. Selain itu, ada juga Wakil Ketua MPR Melani Leimena, putri mantan Waperdam Dr. J. Leimena, Mantan Ka BAIS Marsdya TNI (Purn) Ian Santoso Perdanakusuma, anak dari Marsdya TNI (Anumerta) Abdul Halim Perdanakusuma dan Nono, putra Jenderal TNI Basuki Rahmat.
Juga hadir Ganang Soedirman, cucu Jenderal Besar Soedirman, Upik Syahrir, anak mantan Perdana Menteri pertama Sutan Syahrir, dan Ria Martadinata anak mantan KASAL Laksamana R.E. Martadinata, Indah, cucu dari Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Selanjutnya, hadir pula Indra Widodo, wakil keluarga Marsma TNI Iswahyudi, Aisyah Natsir, cucu mantan PM M. Natsir, keluarga K.H. Achmad Dahlan, Deyang (putri Dr. Soeharto), keluarga Gatot Soebroto, Dewi Sartika, Sani (cucu M.H. Thamrin serta keluarga Dr. Moewardi.
Hadir pula Ismeth Wibowo, tokoh dalam dunia diplomasi dan dunia Indonesia. Ismeth merupakan cucu pertama H. Djuanda, seorang diplomat ulung yang mencetuskan Deklarasi Djuanda. Melalui deklarasi tersebut, Indonesia berhasil ditetapkan sebagai negara kepulauan.
Ketua Umum IKPNI, Prof. Dr. Meutia Hatta mengingatkan bahwa warisan terbesar dari para pahlawan bukanlah nama di buku sejarah, tetapi integritas dalam hidup, moralitas dalam bersikap, dan keberanian dalam mencintai negeri tanpa pamrih.
Ismeth Wibowo mengatakan, acara tersebut hendak mengingatkan para hadirin akan jasa para pahlawan yang memiliki integritas tinggi.
“Selain memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, para pahlawan memiliki integritas yang kokoh. Semangat tersebut hendak diwariskan kepada generasi sekarang maupun generasi yang akan datang, di tengah minimnya integritas anak bangsa saat ini,” kata Ismeth.
Dalam wawancara, Ismeth Wibowo mengatakan, tugas generasi penerus adalah menjaga nyala api para pahlawan agar tidak padam.
“Kini, tugas generasi penerus adalah menjaga nyala api perjuangan itu dengan penuh integritas,” ujarnya.
Ketua Pelaksana acara Family Gathering dan team building IKPNI, Iskandar Purba, mengatakan family gathering itu diisi dengan berbagai acara santai dan menghibur.
Acara juga diisi dengan perkenalan singkat para peserta. Acara ini diselip dengan kisah singkat tentang sosok heroik pahlawan.
Kemudian, ada acara “Quiz Trivia” yang bertema “Nilai-Nilai dan Riwayat Kepahlawanan”. Kuis ini menjadi pengingat bahwa kisah pahlawan bukan hanya harus diketahui, tetapi perlu dihidupi, dalam keseharian dan keputusan hidup.
Acara tersebut juga dihibur oleh musik dari Group Band Warna yang menghadirkan Nina Tamam. Selain itu, juga dihibur penyanyi yang juga dokter gigi, Dinah Kandi.
IKPNI bukan hanya wadah administratif, namun dia merupakan jantung hidup dari warisan nilai. Ia juga adalah pelita yang senantiasa menerangi insan di tengah arus perubahan zaman. *