Oleh: Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi
Simon Aloysius Mantiri secara resmi menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Pertamina pada tanggal 4 November 2024. Adalah, Menteri BUMN Erick Tohir sebagai kuasa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memutuskan penggantian Nicke Widyawati yang sebelumnya menjabat posisi tersebut. Telah tujuh (7) bulan lamanya Simon A. Mantiri memimpin BUMN strategis di industri minyak dan gas bumi (Migas) Republik Indonesia tentunya dengan penugasan khusus. Sepak terjang tata kelola yang baik dan bersih (_good and clean corporate governance_) pada BUMN Pertamina mulai tampak ditangannya semenjak memegang tampuk pimpinan.
Lalu, apa sajakah penugasan khusus yang diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto kepada Dirut Pertamina yang baru tersebut? Setidaknya, langkah penugasan khusus itu telah tampak dalam "aksi bersih" yang telah dilakukan oleh Kejaksaan Agung RI terhadap jajarannya sendiri yang ada di sub holding Pertamina. Apakah, para direksi yang terkena kasus hukum impor migas (Dirut PPN, PIS dan KPI) ini merupakan kepanjangan tangan dari "mafia" Migas M. Reza Chalid (MRC). Inilah yang masih menjadi pertanyaan publik. Hal ini penting, agar stabilitas organisasi Pertamina akan semakin kokoh dan mantap di masa depan ditangan Simon A. Mantiri tanpa gangguan proses hukum lagi.
Tidak berhenti hanya pada jajaran petinggi sub holding Pertamina yang telah diperiksa dan ditahan oleh Kejaksaan Agung saja tanda tanya itu. Namun, apakah masih ada jajaran direksi sub holding Pertamina yang loyalitasnya masih terbagi kepada mantan Dirut Nicke Widyawati? Agaknya, para loyalis inilah yang tampaknya akan menjadi "pisau bermata dua" dan tajam yang akan mengganggu Dirut Pertamina Simon A. Mantiri dalam menjalankan agenda penugasan khusus yang diamanahkan oleh Presiden RI.
Untuk itulah, publik berharap banyak agar kinerja terbaik Pertamina dapat diberikan oleh Dirut Pertamina dalam menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas, khususnya LPG 3kg bagi masyarakat. Tentu saja, yang penting lainnya adalah sasaran peningkatan volume produksi minyak dan gas bumi yang telah diolah dan siap untuk dijual (lifting migas) di dalam negeri untuk tercapainya swasembada energi. Dan, hal ini hanya akan tercapai jika Simon A. Mantiri sebagai Dirut Pertamina memperoleh dukungan dan loyalitas dari para jajaran direksi holding dan sub holdingnya beserta pekerjanya.