Jakarta, INDONEWS.ID – Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., bersama 33 peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Lemhannas Angkatan XXV tahun 2025, melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi, Vietnam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program P3N Lemhannas yang diselenggarakan secara aktif selama dua hari, di mana hari pertama dilaksanakan di Kedutaan Besar RI di Hanoi dan para peserta diterima langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Denny Abdi, S.E., M.Si.
Dengan mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Ekonomi Indonesia: Lessons Learned dari Vietnam”, kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari strategi keberhasilan Vietnam dalam membangun ekonomi yang kompetitif, serta menggali peluang kerja sama bilateral yang lebih kuat antara Indonesia dan Vietnam.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Denny Abdi memaparkan sejarah panjang hubungan kedua negara yang telah dimulai sejak tahun 1955. Hubungan ini mengalami peningkatan signifikan menjadi Strategic Partnership pada 2013, dan pada tingkat tertinggi menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada tahun 2025.
Beliau juga menjabarkan sembilan faktor utama perkembangan pesat industri Vietnam, yaitu: komitmen pemerintah dan iklim investasi yang kondusif; Kejelasan dan konsistensi implementasi regulasi; Fasilitasi dan transparansi kebijakan FDI;
Provincial Competitiveness Index (PCI); Provincial Governance and Public Administration Performance Index (PAPI); Ketersediaan SDM berkualitas
Komitmen terhadap R&D dan kolaborasi dengan industri; Komitmen terhadap renewable energy dan penyediaan infrastruktur pendukung dan ketersediaan lahan
Selain itu, dibahas pula lima sektor prioritas kerja sama Indonesia–Vietnam yang meliputi pertanian, perikanan, renewable energy, ekonomi digital, dan industri berteknologi tinggi.
Pertemuan ini juga menegaskan arah kerja sama ke depan melalui Shared 2045 Vision, di mana kedua negara memiliki target menjadi negara maju pada peringatan 100 tahun kemerdekaan masing-masing.
Fokus kolaborasi diarahkan pada pengembangan industri berdaya saing tinggi dan keberlanjutan, dengan transformasi dari sekadar trading partners menjadi mitra strategis dalam menciptakan produk bernilai tambah tinggi.
Komitmen bersama juga disepakati untuk mencapai target net-zero emission, dengan Indonesia menargetkan pada tahun 2060 dan Vietnam pada tahun 2050.
Kunjungan diakhiri dengan sesi diskusi mendalam mengenai peluang kolaborasi strategis dan langkah konkret yang dapat diambil untuk memperkuat daya saing ekonomi kedua negara di kancah global.