Sosok

Berkontemplasi di Pameran `Landscape in My Mind` Marintan Sirait

Oleh : donatus nador - Sabtu, 16/08/2025 19:20 WIB


MARINTAN Sirait, seniman seni rupa pertunjukan dan instalasi transdisipliner terkemuka menggelar pameran tunggal di Galeri Orbital Dago Jln Rancakendal No 7, Cigandung, Bandung, dari 14 Agustus hingga 7 September 2025

MARINTAN Sirait, seniman seni rupa pertunjukan dan instalasi transdisipliner terkemuka menggelar pameran tunggal di Galeri Orbital Dago Jln Rancakendal No 7, Cigandung, Bandung, dari 14 Agustus hingga 7 September 2025

Sejumlah karya yang ia hadirkan di ruang pameran ini seakan mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dari rutinitas tanpa batas. Karya-karya itu mengajak berkontemplasi dalam bingkai tema Landscape in My Mind.

Karya bertajuk Landscape in My Mind, dari medium China ink & natural tea color on acid-free paper, berukuran 29,7 x 42 cm, frame size 45,5 x 58 cm 2024, misalnya. Karya ini cukup subtil, butuh mata batin untuk mencerna titik-garis yang ditenun sang seniman.

Karya lain yang hadir di sana adalah instalasi Long Distance Call From Home. Karya ini terdiri dari tujuh helai kain transparan yang digantung vertikal di ruang pamer.

Setiap kain memuat rekaman gestur tubuh dari pertunjukan dengan judul yang sama, yang pernah dipentaskan Marintan beberapa tahun lalu. Sosok yang terekam dalam gerakan performatif pada masing-masing panel menyiratkan fragmen-fragmen emosi dan ingatan yang terbentang dalam lanskap mental.

Transparansi kain menghadirkan kesan permeabel—batas-batas yang luntur antara kesadaran internal dan realitas eksternal. Di bawahnya, hamparan tanah dan unsur alam lain memperkuat kepuitisan karya ini, menghubungkan tubuh dengan tanah dan akar, sebagai rumah sejati.


Kurator Rifky ‘Goro’ Effendy menyebutkan, narasi Marintan dalam karya ini lahir dari pandangan ekofenomenologis, terutama pemikiran David Abram dan Maurice Merleau-Ponty, yang melihat relasi manusia dan alam sebagai pengalaman tubuh yang langsung, saling menghidupi, dan eksis bersama.

"Alam dipandang bukan sebagai objek eksternal, melainkan organisme hidup, di mana manusia adalah bagian tak terpisahkan dari jejaring kehidupan.Melalui gerak tubuh yang terekam, karya ini menjadi jembatan melintasi jarak geografis dan spiritual," ulas Goro.

Sang sniman, lanjut Goro, mengingatkan bahwa rumah bukan semata bangunan, tetapi keterhubungan mendalam dengan lanskap yang membentuk, merawat, dan menopang keberadaan manusia.

Di tengah krisis ekologis dan keterasingan modern, lanjut Goro, karya ini mengajak pengunjung ruang pameran untuk mendengarkan kembali panggilan untuk merawat rahim bumi sebagai sumber kehidupan.

"Karya-karyanya mengajak pemirsa untuk menafsirkan bentuk-bentuk ini sebagai ruang psikologis atau meditatif, menggemakan unsur-unsur alam —tanah, batu, air, atau asap—sebagai metafora untuk ketidak-kekalan, ingatan, dan transformasi," ujarnya.

"Sehingga karya seninya dapat dilihat sebagai semacam filsafat visual, dimana tindakan mencipta juga merupakan proses meditatif atau ritualistik, yang terkait dengan kesadaran dan keberadaan". 

Marintan Sirait dikenal melalui praktik artistik yang berpusat pada tubuh, dengan pendekatan yang menyelami hubungan mendalam antara tubuh, alam, jiwa, dan ruang sosial. Praktik tubuh Marintan berpijak pada kesadaran spasial somatik serta gestur ritual yang tumbuh dari relasi dengan alam dan manusia.

Pameran Landscape in My Mind merupakan eksplorasi artistik atas lanskap batin yang kompleks—ruang batin yang dihuni oleh jejak leluhur, emosi yang tak terucapkan, serta resonansi pengalaman yang tertanam dalam tubuh dan jiwa.

"Pameran ini mengajak kita untuk sejenak berhenti dan menyusun ulang orientasi batin pada titik-titik krusial kehidupan: gunung, sungai, mata air, tanah, dan segala kehidupan yang tumbuh di sekitarnya," tambah Goro.

Bagi Marintan, lanjut dia, resonansi ruang, ingatan, dan imajinasi bukanlah entitas yang terpisah, melainkan denyut dalam jaringan keberadaan yang lebih luas, terus bergerak bersama perubahan emosi dan pengalaman.

Dalam pameran ini, Marintan menggunakan berbagai medium—proyeksi video,
lukisan tinta cina dan cat dari tumbuhan alami, instalasi kain menggantung, dan dokumentasi perjalanan artistiknya selama beberapa dekade.

Serial lukisan Landscape in My Mind menghadirkan bentuk-bentuk organik, yang muncul dari teknik melarutkan dan mengalirkan tinta atau cat di atas kertas.

Karya-karya ini menjadi cerminan lanskap geografi batin yang terus berulang, seolah memetakan medan emosional dan spiritual alih-alih menunjuk pada lokasi fisik tertentu.

Melalui palet warna yang minimalis dan komposisi yang lapang, karya ini menciptakan ruang untuk kontemplasi, menekankan kehadiran dan proses.

Artikel Lainnya