Aktau, INDONEWS.ID - Setelah melalui kompetisi sulit dan melelahkan Tim Indonesia Equestrian Archery (IEA), berhasil membawa Indonesia meraih peringkat 3 pada Youth Horseback Archery Asian Championships 2025 di Aktau, Kazakhstan pada 13 - 16 Agustus. Indonesia berada di bawah Tukiye peringkat 2 dan Kazakhstan tuan rumah peringkat 1.
Kompetisi yang digelar oleh Asian Horseback Archery Federation (AHAF) itu diikuti 10 negara Asia meliputi: Kazakhstan, Turkiye, Russia, Indonesia, Mongolia, Uzbekhistan, Kyrgistan, China, Malaysia, dan Hongkong.
Selain juara Tim, Indonesia juga meraih medali perunggu untuk kategori Zhamby yang dicapai oleh Daim Muflih Muafa. IEA mengirim 5 atletnya: Daim Muflih Muafa, Dzzakir Alhanif, Arsa Wening, Aqila Fathiya, dan Ahmda Bravy.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman menyampaikan selamat atas prestasi atlet Indonesia. “Kami mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih pada Youth Horseback Archery Asian Championships 2025 di Aktau, Kazakhstan. Capaian ini ikut memajukan diplomasi Indonesia di negara terbesar dan terkaya di Asia Tengah ini”, tutur Dubes Fadjroel.
Pelatih Tim Indonesia, Kharisma Zaky menyampaikan bahwa pencapaian ini masih jauh dari target yang diharapkan Tim Indonesia. Zaky mengatakan, strategi yang dipersiapkan tidak berjalan sesuai rencana. “Kami mengalami kendala di ketersediaan kuda. Dari semua kompetisi internasional yang pernah kami ikuti satu kuda maksimal digunakan 2 atlet. Tapi kami kali ini dipaksa menggunakan 1 kuda untuk 4 atlet”, terang Zaky.
Selama 4 hari kompetisi, tim Indonesia mengalami kendala kuda, tapi tetap berjuang maksimal. Tim tidak menyerah dan terus berusaha menjaga perolehan point dari 4 kategori agar Indonesia kokoh di 3 besar Asia. Pada hari terakhir situasi makin dramatis, kuda tim Indonesia yang dipakai ber 4 itu dinyatakan tidak bisa dipakai. Akhirnya tim harus mengalah menunggu sisa kuda yang digunakan negara lain. “Kami hampir menyerah dan wo. Ini kompetisi paling buruk yang pernah kami ikuti. Tapi kami harus tetap tegar dan memotivasi anak-anak untuk bangkit. Alhamdulillah Daim Muflih meraih perunggu dan Tim Nasional Negara bertahan di peringkat 3 Asia”, ungkap Kharisma Zaky. Kerja keras ini sekaligus kado HUT RI ke-80.