Nasional

Hadir Jadi Pembicara Kunci, Yusril Tekankan Pentingnya Diplomasi kepada Siswa Al-Azhar BSD

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 15/09/2025 09:21 WIB


Momen Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko KunHAM Imipas), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., menandatangani figura usai memberikan materi sebagai keynote speaker dalam pembukaan ALBESD Model United Nations (MUN) 2025 di SMA Al-Azhar BSD, Sabtu (13/9/2025)/rikardDjegadut/indonews.id

Jakarta, INDONEWS.ID — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko KunHAM Imipas), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., hadir sebagai pembicara kunci dalam pembukaan ALBESD Model United Nations (MUN) 2025 di SMA Al-Azhar BSD, Sabtu (13/9/2025).

Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Al-Azhar BSD merupakan gelaran MUN pertama di SMA Islam-Azhar BSD. Acara berlangsung selama selama dua hari pada 13-14 September 2025.

Dalam seminar singkatnya, Yusril menekankan pentingnya pemahaman diplomasi bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hanya hasil perjuangan bersenjata, tetapi juga peran besar para diplomat.

“Kemerdekaan kita dapatkan tidak hanya dengan mengangkat senjata oleh para tentara yang berjuang, tapi juga para diplomat melalui diplomasi. Kombinasi keduanya yang akhirnya membuat kita bisa berdiri sebagai bangsa besar sekarang ini,” kata Yusril.

Menurut dia, kekuatan diplomasi akan bertumpu pada kondisi dalam negeri. Stabilitas politik, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat menjadi faktor penting.

“Kalau ekonomi kita lemah, politik berantakan, dan keamanan rapuh, maka diplomasi kita juga lemah. Dengan mudah kita didikte negara lain. Karena itu, kita harus menjadi bangsa yang kuat dan punya rasa percaya diri,” ujarnya.

Saat ini, banyak anak-anak Indonesia yang menaruh kagum pada negara-negara lain seperti Amerika dan negara-negara Eropa sementara meremehkan bangsanya sendiri. Seharusnya, menurut Yusril, kita harus percaya pada diri sendiri.

"Anak-anak kita ini kadang kagum pada Amerika, kagum pada Eropa lalu meremehkan diri sendiri. Tidak boleh seperti itu," tambah sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Hukum dan Perundang-undangan Indonesia ini.

"Kita harus percaya diri, kita punya kemampuan, kita punya sumber daya alam, kita punya SDM yang kuat, bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar. Pada 2045, kita menjadi negara maju di dunia ini," tambahnya.

Selain menyampaikan pesan kepada siswa, Yusril juga menyarankan pihak sekolah untuk menghadirkan Hassan Wirayudha, diplomat senior asal Tangerang yang pernah menjabat Menteri Luar Negeri, agar dapat berbagi pengalaman.

Hassan Wirayudha adalah diplomat handal kebanggaan Indonesia. Saya kira penting menghadirkan beliau agar bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi murid-murid di SMA Al-Azhar BSD,” tutur Yusril.

ALBESD MUN 2025 menjadi ajang pelatihan diplomasi dan simulasi sidang internasional bagi siswa SMA Al-Azhar BSD. Acara ini diharapkan dapat melatih keterampilan diplomasi, negosiasi, dan pemahaman isu global di kalangan pelajar.

Untuk diketahui, SMA Islam Al-Azhar BSD kembali menegaskan kiprahnya di kancah pendidikan global dengan menyelenggarakan ALBESDMUN 2025 (Al-Azhar Bumi Serpong Damai Model United Nations) pada 13–14 September 2025. Dengan mengusung tema “High School as an Incubator: Mastering Our Own Futures”, ajang ini dirancang sebagai forum simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melatih siswa dalam diplomasi internasional, kepemimpinan, dan pemikiran kritis.

Kegiatan diprakarsai oleh Shira Dhuha Gayatri dan Karizkeenan Bagastria selaku Sekretaris Jenderal ini diikuti oleh 128 delegasi yang berasal  dari 36 sekolah di Tangerang Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan juga Yogyakarta. Selain itu, kegiatan in juga mendapat dukungan penuh dari Yayasan Muslim Bumi Serpong Damai, pimpinan sekolah, dan BKOMS.

Selain dihadiri Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc selaku Menko KunHAM Imipa sebagai pembicara utama, hadir pula jajaran pimpinan yayasan, yakni Bapak H. Boediman Soekrisman, M.Sc. dan Ibu Dra. Hj. Winny Rusbandi, serta perwakilan dari Polres Tangerang Selatan, pimpinan pelaksana harian, jajaran sekolah, dan BKOMS.

Prosesi pembukaan diawali dengan penampilan Tarian Anggrek, kebanggaan sekolah yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Simbolisasi acara ditandai dengan penyematan selendang oleh panitia siswa, pengibaran bendera oleh siswa-siswi Al-Azhar BSD, serta pemukulan gong oleh Prof. Yusril sebagai simbol perdamaian dunia. Beliau juga menorehkan tanda tangan pada pigura khusus yang akan disimpan di sekolah sebagai penanda historis. Sebagai apresiasi, pihak sekolah dan yayasan mempersembahkan karikatur eksklusif kepada Prof. Yusril.

Dengan hadirnya tokoh nasional pada acara ini, SMA Islam Al-Azhar BSD menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan berorientasi akademis, tetapi juga sebagai inkubator generasi muda berwawasan global. Sejalan dengan tema besar, ALBESDMUN 2025 diharapkan mampu melahirkan diplomat muda yang berdaya saing internasional serta menjunjung nilai perdamaian, keadilan, dan kolaborasi antarbangsa.*

Artikel Lainnya