Gaya Hidup

Air Mata di Ujung Sajadah, Berjuang Meraih Kasih Sayang Anak

Oleh : rio apricianditho - Jum'at, 26/09/2025 20:31 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID -  Apa yang seharusnya punya kita pasti akan kita miliki walau harus melalui lika-liku dalam menggapainya. Sekuel Air Mata di Ujung Sajadah tak kalah menguras air mata seperti film pertamanya, drama keluarga yang mengisahkan perjuangan ibu dalam mendapat kasih sayang dari anaknya yang terpisah sekian tahun. 

Film yang diproduseri Ronny Irawan menggelar pemutaran perdana di XXI Plaza Senayan, dihadiri para pemain antara lain Titi Kamal, Citra Kirana, Muhammad Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, Jenny Rachman, mbok Tun, Leony VH, mama Osa, sutrada Key Mangunsong, serta pengisi soundtrack Farel Prayoga, Andmesh Kamelang, dan Fadilah Intan. 

Film dibuka dengan perayaan ulangtahun Baskara (Faqih) namun tanpa kehadiran sosoknya, hanya Aqilla seorang diri (Titi Kamal),  scene itu sebagai jembatan antara film pertama dan sekuelnya. Aqilla galau merayakan itu lalu kue tartnya ia bawa ke kantor dan dibagikan ke teman sekantornya. 

Rekan kerja Aqilla yang juga sahabatnya paham dengan kodisi rekannya, dan meminta Aqilla mencari tahu kondisi Baskara saat ini. Sudah 4 bulan Aqilla tak tahu perkembangan Baskara, biasanya ia ketahui dari postingan medsos Yumma (Citra Kirana) dan Arif pasangannya. 

Kedatangan Aqilla di Solo beberapa hari setelah Baskara ulangtahun ke-10, mulai konflik terbangun lewat kedekatan Aqilla dengan Baskara yang kebetulam merindukan kehadiran ayahnya yang terbaring koma di rumahsakit dan mamanya yang sibuk berjualan di pasar dari pagi hingga petang, dan malamnya dilanjutkan jualan online. 

Puncaknya ketika Arifin yang koma 4 bulan akhirnya meninggal, ia masih menyisahkan tunggakan hutang di bank dan itu diketahui Aqilla sebelumnya secara tak sengaja saat melihat tagihan dan rekam medis beramplop rumahsakit tempat Arifin dirawat. Aqilla melunasi hutang itu untuk kepentingan Baskara yang tiap tahun ia rayakan hari lahirnya. 

Drama keluarga yang mampu menguras air mata penonton, dimana baik Yumma dan Aqilla bekerja tak kenal waktu demi cintanya terhadap Baskara. Kedua kasih sayang yang mereka tumpahkan malah membingungkan Baskara siapa sebenarnya ibu kandungnya. 

Meski berderai air mata Air Mata di Ujung Sajadah 2 dilengkapi dengan humor, dengan kehadiran mbok Tun sebagai ART keluarga eyang (Jenny Rachman) tingkah dan ucapannya membuat seisi bioskop tertawa apalagi kala adik Arifin (Daffa Wardhana) datang dari Kalimantan. 

Film yang digarap apik ini ingin menyampaikan apa yang kita kehendaki belum tentu sesuai rencanaNya. sang Khalik lah yang mengatur itu, kita sebagai ciptaannya hanya menjalankan skenario yang sudah digariskan, pahit atau manis kenyataan yang harus kita terima.

Artikel Lainnya