Gaya Hidup

Kala Persidangan Fariz RM buat Keriuhan di PN Jaksel

Oleh : rio apricianditho - Minggu, 05/10/2025 09:21 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Ada sesuatu yang menarik kala Fariz Roestam Munaf menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namanya menjadi tempat meletakan penyebab suatu kondisi atau situasi di pengadilan tersebut. Sejak ia menjalani persidangan, ruang tunggu di sana penuh sesak sementara di luar jadwal Fariz RM ruang itu hanya diisi segelintir orang. Menariknya lagi sidangnya mampu menarik kehadiran jurnalis senior bahkan yang tak lagi 'turun' ke lapangan.

Entah ada apa dengan Fariz hingga mampu menyedot perhatian, tapi memang sejak dikenal sebagai penyanyi ia menjadi sosok yang fenomenal. Kita kembali ke era 80-an kita ia mengeluarkan single 'Barcelona' sebagian besar remaja saat itu hafal lagu tersebut. Bahkan lokasi video klipnya di taman kota Barcelona jadi cover buku tulis, dengan air mancur sebagai ikonnya.

Kemunculannya di dunia tarik suara makin bersinar, Fariz dengan kemampuan bermusiknya menyuguhan 'hidangan' baru, ia menggabungkan nada suara organ dengan komputer. Kala itu disebut dengan istilah musik elektro, alunan musik itulah yang mengiring lagu 'Barcelona' nan fenomenal, hingga saat ini pencinta musik pop ingat dengan lagu itu.

Namanya makin dikenal, wajah imutnya kian menggemaskan remaja puteri, hal itu pun dilirik sejumlah produsen guna mengiklankan produknya. Sayang Fariz kurang menjaga reputasinya selaku publik figur, ia terjerat narkoba, 2007 ia ditangkap dan divonis 8 bulan penjara.

Waktu terus bergulir, kita kembali ke masa kini. Februari 2025 Fariz kembali tersandung narkoba, ia diringkus di Bandung, Jawa Barat. Fariz divonis 10 bulan penjara dan denda Rp.800 juta bila tak membayar kurungan ditambah 2 bulan. Namun jaksa tak terima dengan hukuman tersebut dan mengajukan banding.

Lagi-lagi Fariz buat 'kehebohan' berikutnya, selama persidangan PN Jaksel digruduk jurnalis dari berbagai media. PN Jaksel nan tenang dan asri itu sedikit bising dengan kehadiran mereka. Hampir tak ada ruang yang tersisa untuk pengunjung PN, setiap sudut 'diduduki' para jurnalis, bahkan kantin kecil di sudut PN pun mereka 'aneksasi'.

Kehadiran mereka di hari sidang Fariz, membuat Pamdal PN ekstra pengawasan terutama saat menggiring musisi senior itu dari kendaraan Lapas ke gedung PN atau dari ruang tahanan PN ke kamar sidang.

Situasi itu, dikeluhkan beberapa pengunjung, mereka bergumam "gara-gara Fariz, ramai dah pengadilan". Meski dirimu terdakwa tapi tetap menjadi perhatian publik, dan jadi lampiasan kekesalan atas situasi nan ramai itu.

Di satu sisi, ada pula jurnalis yang menimpahkan kesalahan pada Fariz, hal itu karena kehadiran reporter yang sudah malang melintang di dunia selebriti. Kebetulan reporter itu seorang perempuan berparas ayu, kehadirannya bagai bunga di padang rumput memberi keindahan suasana. Jurnalis itu dengan entengnya menyalahkan Fariz atas kehadiran reporter ayu itu, ternyata ia kepincut namun tak pernah punya kesempatan mengenalnya.

Keriuhan di PN Jaksel pun usai sejak hakim menjatuhkan vonis ke Fariz, gedung yang ada di jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan kembali normal. Tapi tidak dengan jurnalis itu, ia masih saja menyalahkan Fariz, karena penyesalannya tak berkenalan dengan reporter ayu itu. Ia seperti embun, hadir sesaat lalu menguap tapi bermakna. "Ini salah Fariz, coba kalau gue gak ke PN, pasti gak galau gini", umpatnya pada rekan seprofesinya.

Begitulah Fariz punya 'cahaya' yang berbeda, ia dipuja juga disalahkan, sampai peliput sidangmu juga menyalahkanmu,  karena tak kuasa membendung gejolak di dadanya melihat penampilan tenang dan bersahaja si repoter ayu. Biarkan saja ia mengatasi perasaannya, kami tetap menanti putusan banding Fariz RM.

Artikel Lainnya