Nasional

Kerugian Tembus Rp300 Triliun, Presiden Prabowo Serahkan Enam Smelter Hasil Rampasan Negara ke PT Timah Tbk di Bangka Belitung

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 07/10/2025 09:01 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn) Prabowo Subianto tiba di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, pada Senin (6/10/2025), dalam rangka kunjungan kerja untuk menyaksikan penyerahan enam unit smelter dan sejumlah barang hasil rampasan negara (BRN) dari kasus tambang ilegal kepada PT Timah Tbk.

Setibanya di Bandara Depati Amir dengan menggunakan Maung Garuda Limousine, Presiden disambut meriah oleh warga dan siswa sekolah dasar yang berbaris di sepanjang jalan menuju lokasi acara.

Kunjungan kerja Presiden dimulai dari smelter PT Tinindo Internusa di Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkal Pinang, yang menjadi tempat penyerahan aset hasil rampasan negara. Dalam kegiatan tersebut, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyerahkan aset secara simbolis kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang kemudian diserahkan kepada CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani untuk diteruskan kepada Direktur Utama PT Timah Tbk Brigjen (Purn) Restu Widiyantoro.

Usai penyerahan simbolis, Presiden Prabowo meninjau langsung barang-barang rampasan yang telah melalui proses hukum. Ia kemudian melanjutkan kunjungan ke fasilitas milik PT Timah Tbk bersama rombongan dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) serta sejumlah pejabat terkait.

Di lokasi tersebut, Presiden menyaksikan penyitaan enam smelter yang sebelumnya beroperasi secara ilegal. Ia mengungkapkan bahwa di area tambang ditemukan limbah tanah jarang mengandung monasit bernilai tinggi.

“Tanah jarang yang belum diurai, monasit itu satu ton bisa ratusan ribu dolar. Total ditemukan limbahnya puluhan ribu ton, mendekati 4.000 ton. Kita bisa bayangkan, kerugian negara dari enam perusahaan ini saja mencapai potensi Rp300 triliun. Kerugian sebesar ini harus kita hentikan,” ujar Prabowo.

Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Satgas PKH, TNI, AL, Bakamla, dan Bea Cukai, yang telah bergerak cepat dalam menghentikan praktik tambang ilegal dan penyelundupan sumber daya alam.

“Saya ucapkan terima kasih kepada aparat, Panglima TNI, AL, Bakamla, Bea Cukai, semua pihak yang bergerak cepat sehingga aset-aset ini bisa diselamatkan. Semoga ke depan aset bernilai ratusan triliun ini dapat digunakan untuk rakyat kita,” tutur Prabowo.

 

Artikel Lainnya