Jakarta, INDONEWS.ID - B-Universe kembali menggelar forum investasi terbesar di Indonesia, Investor Daily Summit (IDS) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (8/10/2025).
Acara tahunan ini menjadi wadah pertemuan para pelaku usaha, investor, akademisi, dan pejabat pemerintah yang membahas arah baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Tahun ini, Investor Daily Summit 2025 mengangkat tema besar “New Economic Order” atau Tatanan Ekonomi Baru, sebuah refleksi atas perubahan dalam peta ekonomi dan politik global. Tema tersebut menggambarkan optimisme Indonesia dalam memanfaatkan momentum global untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia.

(Menteri Investasi Danantara Rosan Roeslani dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan Investor Daily Summit 2025 tersebut. Foto: Ist)
Acara dibuka secara resmi pukul 10.15 WIB oleh Executive Chairman B-Universe, Enggartiasto Lukita, yang disusul dengan sambutan Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani.
Dalam sambutannya, Enggartiasto menyampaikan, IDS 2025 bukan sekadar forum diskusi, melainkan sebagai ajang kolaborasi strategis untuk memperkuat pondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global.
“Bulan ini genap setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan di tengah turbulensi global. Kita bersyukur memiliki pemimpin yang sigap, berani, dan berpandangan jauh ke depan,” ujar Enggartiasto.

Ia juga menyoroti berbagai langkah strategis Presiden Prabowo di panggung internasional, mulai dari perjanjian dagang dengan Uni Eropa, Kanada, hingga Peru, serta komitmen investasi bilateral yang disebutnya sebagai jejak sejarah baru bagi perekonomian Indonesia.
Menurut Enggartiasto, kolaborasi antara Investor Daily, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta BKPM dalam penyelenggaraan acara ini mencerminkan sinergi nyata untuk memperkuat hilirisasi, investasi, dan ekonomi rakyat.
“Indonesia memiliki sumber daya besar, posisi strategis, dan visi kepemimpinan nasional yang kuat untuk menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Investasi Danantara Rosan Roeslani dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan Investor Daily Summit 2025 tersebut. Ia menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi global saat ini.
“Tema yang diambil hari ini sangat tepat. Seperti yang disampaikan Pak Enggar, dunia ini sedang tidak baik-baik saja, mulai dari perang dagang, tarif dagang, hingga perang Rusia-Ukraina,” ujarnya.
Rosan menegaskan, Indonesia harus tanggap terhadap dinamika global dengan memperkuat fondasi ekonomi nasional, memperluas pasar ekspor, serta mempercepat transformasi industri dalam negeri.

Rosan juga mengungkapkan salah satu tantangan Indonesia dalam menarik investasi, yaitu kesiapan dari sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pertanyaan awal yang disampaikan investor saat ingin berinvestasi adalah kesiapan SDM.
Kondisi tersebut, katanya, menjadi sisi lain dari tantangan menggaet investasi. Rosan menyampaikan, target dari pertumbuhan investasi adalah terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Tetapi saat bersamaan, bagaimana kita meng-improve our talent, karena untuk investasi masuk salah satu kriterianya yang mereka (investor) tanyakan salah satunya, talentnya, manusianya siap atau tidak. Nah ini adalah PR kita bersama bagaimana kita menyiapkan SDM kita untuk terus bisa meningkat," katanya.
Rosan mengatakan, jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan dari 152 juta angkatan kerja Indonesia, sebesar 44-45% latar belakang pendidikannya hanya sekolah dasar (SD).
"(Sebanyak) 44-45% background edukasinya adalah sekolah dasar, kemudian dilanjutkan dengan SMP kurang lebih 17%, SMP 21%, yang pendidikan universitas atau diploma kurang lebih hanya 14%, kalau kita jumlahkan, sehingga pendidikan vokasi menjadi hal yang sangat penting," ujarnya.
Karena itu sangat dibutuhkan program untuk meningkatkan dan menyempurnakan kembali keterampilan sumber daya manusia dalam negeri.
"Program vokasi menjadi hal penting dalam skala prioritas me-upskilling dan me-reskilling," ujarnya.
Sebagai forum ekonomi nasional tahunan, Investor Daily Summit telah dikenal sebagai tempat bertemunya gagasan besar dan solusi konkret untuk mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia.
Tahun ini, fokus diskusi diarahkan pada transformasi ekonomi domestik dan global agar lebih stabil, adaptif, dan berdaya saing di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.
Para peserta forum akan mendiskusikan berbagai topik strategis, mulai dari hilirisasi industri, investasi berkelanjutan, transformasi digital, hingga pembangunan ekonomi hijau.

Perkuat Posisi Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, akan memberikan pidato kunci setelah sesi istirahat makan siang. Menkeu akan membawakan materi tentang ”New Economic Order”.
Selanjutnya, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono akan memparkan materi tentang Koperasi Desa Merah Putih.
Acara tersebut dihadiri oleh banyak tokoh, para pelaku usaha, investor, akademisi, maupun pejabat pemerintahan.
Selain Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM/CEO Danantara, juga hadir Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan/ Kepala Badan Pengelola Otorita Pantura Jawa, mantan menteri BUMN Dahlan Iskan, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdiyat, mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, mantan Menteri Perindustrian MS Hidayat, mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, mantan Menteri Tenaga Kerja Theo Sambuaga, dan mantan menteri perindustrian Saleh Husin.
Selain itu, Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letnan Jenderal TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi.
Juga tampak hadir mantan WaKapolri Komjen Pol ( Purn) Nanan Soekarna, Dirut Freeport Tonny Wenas, Wakil Dirut BNI Alexandra Askandar, dan Komisaris PT Sunra Asia Pasific Hi-Tech, Ismeth Wibowo.
Ismeth Wibowo berharap Investor Daily Summit 2025 dengan tema "New Economy Order" merupakan ajang untuk memperluas wawasan dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, investor strategis dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, IDS 2025 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat posisi Indonesia dalam tatanan ekonomi baru.
IDS ini akan berlangsung selama dua hari yaitu yaitu dari Rabu hingga Kamis (8-9) Oktober 2025. *