Daerah

KEK Kendal dan Pemprov Jateng Gelar "Future Forum 2025", Dorong Investasi dan SDM Unggul

Oleh : very - Kamis, 16/10/2025 09:28 WIB


Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Achmad Lutfi bersama Ismeth Wibowo, Komisaris PT Sunra Asia Pasific Hitech dalam acara Future Forum 2025 di Pandanaran Grand Ballroom-Padma Hotel, Semarang, pada Rabu (15/10/2025). (Foto: Ist)

 

Jawa Tengah, INDONEWS.ID – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar Future Forum 2025 di Pandanaran Grand Ballroom-Padma Hotel, Semarang, pada Rabu (15/10/2025).

Acara itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Achmad Lutfi, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari,  Presiden Direktur Kendal Industrial Park (KIK) Kendal, Vincent Lee, Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur dan juga Direktur Kawasan Industri Kendal, Didik Purbadi dan Direktur Eksekutif KEK Kendal Yuliani Kusumaningrum.

(Bersama Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari. Foto: Ist)

Turut hadir Direktur Utama PT BTR Indonesia New Energy Material, Wu Lei, Komisaris PT Sunra Asia Pasific Hitech, Ismeth Wibowo, Kepala Dinas DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, Regional CEO BNI Jawa Tengah, I Gusti Nyoman Dharma Putra, Branch Manager, Oktarina Dwijayanti, Area Head, dan Umi Renani dan para undangan.

Selanjutnya, hadir juga Dandim Kendal, Kapolres Kendal, Perwakilan Bank Mandiri, BNI dan berbagai stakeholder.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa pihaknya akan membantu investor asing baik dalam pengurusan perizinan maupun keamanan.

Hal tersebut, katanya, semata-mata untuk mendorong investasi dan penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah.

Hingga saat ini, katanya, Provinsi Jawa Tengah telah menyerap investasi sebesar Rp.190 triliun dan ratusan ribu tenaga kerja hingga kini. Untuk diketahui, nilai investasi di KIK Kendal saat ini mencapai Rp 179 triliun.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal mampu berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan daerah setempat.

Ahmad mengatakan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal mampu berkontribusi bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan daerah setempat.

Karena itu, pemerintah kabupaten/kota lain di Jawa Tengah diminta mereplikasi role model (contoh) dalam pengembangan ekonomi di KEK Kendal tersebut.

"KEK Kendal ini telah menjadi pilot project dan role model untuk daerah lain," kata Luthfi.

Ismeth Wibowo, Komisaris PT Sunra Asia Pasific Hitech yang mendapatkan undangan khusus itu menyatakan selain dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Achmad Lutfi, dan Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permana Sari, acara itu juga dihadiri oleh berbagai stakeholder dari lintas sektor yang berkomitmen untuk mendorong kemajuan ekonomi dan pendidikan di Jawa Tengah.

Ismeth dalam kesempatan itu, menjelaskan kepada Gubernur Jateng dan Bupati Kendal terkait rencana pembangunan pabrik perakitan yang akan dilakukan tahun 2026 mendatang. Lokasi pabrik perakitan motor listrk Sunra dalam kawasan KIK Kendal luasnya sebesar 12, 7 hektare.

Ismeth juga menginformasikan bahwa saat ini semua produsen kendaraan listrik sedang menantikan insentif yang akan diberikan pemerintah.

 

 

Penghargaan Atas Kontribusi SDM Unggul

Dalam acara itu juga digelar penghargaan terhadap institusi/lembaga yang telah berkontribusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di Jawa Tengah.

Salah satunya penghargaan diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Melalui akun instagramnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng menyatakan rasa bangga atas penghargaan tersebut.

”Kabar membanggakan datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang turut menerima penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di era industri masa depan”.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah untuk Triwulan II tahun 2025, terdapat lima daerah yang mencatatkan laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi, salah satunya Kabupaten Kendal (7,67 persen).

Peningkatan ini ditopang oleh realisasi investasi besar, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Perkembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal turut menjadi katalis utama.

Sektor konstruksi dan perdagangan juga bergerak pesat seiring peningkatan pembangunan infrastruktur dan logistik pendukung industri.

Ketersediaan tenaga kerja produktif dan kedekatan geografis dengan Pelabuhan Tanjung Emas menjadikan Kendal lebih efisien dalam rantai pasok.

Sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan ini menunjukkan lonjakan kinerja yang signifikan, menjadikan Kendal sebagai magnet ekonomi baru di koridor Pantura.

Pertumbuhan ini mencerminkan dinamika ekonomi yang kuat, terutama di wilayah dengan fokus tinggi dalam bidang investasi industri dan pembangunan infrastruktur yang pesat.

Acara tersebut berlangsung meriah, penuh inspirasi, dan semangat kolaborasi menuju Jawa Tengah yang makin maju dan berdaya saing. *

Artikel Lainnya