Daerah

Tanah Datar Terima Kunjungan Panja Komisi X DPR RI Bahas Pelestarian Cagar Budaya

Oleh : luska - Jum'at, 14/11/2025 06:30 WIB


Tanah Datar, INDONEWS.ID — Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyambut kedatangan Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI, Kamis (13/11/2025), di aula Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Pagaruyung.

Rombongan Panja Komisi X DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hj. Kurniasih Mufidayati, serta diikuti anggota Komisi X lainnya, yakni Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, Ashraff Abu, Juliyatmono, Hj. Ledia Hanifa, dan Reni Astuti. Turut hadir Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, I Made Dharma Suteja.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala OPD Tanah Datar, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Ketua LKAAM Tanah Datar Aresno Datuk Andomo, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali selaku budayawan, serta pemerhati adat dan pariwisata di Tanah Datar.

Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan bahwa Kabupaten Tanah Datar memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang besar. Setidaknya 68 titik cagar budaya telah tercatat di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat

“Selamat datang di Kabupaten Tanah Datar Luhak Nan Tuo kami ucapkan kepada seluruh rombongan Panja DPR RI. Kehadiran ini tentu menjadi angin segar bagi kami di Tanah Datar,” ujar Wabup Ahmad Fadly.

Wabup berharap kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan daerah agar pelestarian cagar budaya di Tanah Datar semakin representatif dan mampu menjadi daya tarik wisata.

 “Di tengah efisiensi anggaran saat ini, kami berharap Panja Komisi X DPR RI dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian cagar budaya, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Tanah Datar,” tambahnya.


Menurut Fadly, sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), selain dari sektor pertanian. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPK Wilayah III Sumbar atas kerja sama dalam upaya pelestarian dan perawatan situs-situs bersejarah di daerah tersebut.

Kepala BPK Wilayah III Sumbar Nurmatias menyampaikan terima kasih atas perhatian Komisi X DPR RI terhadap pelestarian budaya di Sumatera Barat.

 “Rombongan Panja telah melihat langsung beberapa situs cagar budaya di Tanah Datar. Semoga dari pertemuan ini muncul langkah-langkah nyata untuk memperkuat pelestarian warisan budaya kita,” ujarnya.

Nurmatias juga menekankan bahwa pelestarian cagar budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat adat. Kolaborasi lintas sektor, katanya, sangat penting untuk memastikan agar situs-situs bersejarah di Tanah Datar tetap terjaga kelestariannya dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

 “Kami di BPK Wilayah III terus berupaya mengembangkan program pelindungan dan pemanfaatan cagar budaya berbasis masyarakat. Kami berharap dukungan regulasi dan anggaran dari DPR RI serta kementerian terkait dapat memperkuat kerja-kerja pelestarian ini di masa mendatang,” tambah Nurmatias.

Ketua Tim Kunker Panja, Hj. Kurniasih Mufidayati, menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan masukan terkait implementasi tata kelola, pemanfaatan, serta zonasi cagar budaya di daerah.

 “Panja Pelestarian Cagar Budaya memiliki fungsi pengawasan terhadap pengelolaan dan pemanfaatan cagar budaya, sekaligus menggali potensi terbaik dalam pengembangannya. Saat ini, Komisi X DPR RI melakukan kunjungan serentak di tiga daerah: Aceh, Toraja, dan Tanah Datar,” terang Kurniasih.

Kurniasih menambahkan, Panja Komisi X DPR RI berkomitmen memperjuangkan agar pelestarian cagar budaya mendapat porsi perhatian lebih dalam kebijakan nasional, baik dalam bentuk regulasi maupun dukungan anggaran. Ia menilai Tanah Datar sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang sangat kuat dan layak menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pelestarian dan pengelolaan warisan sejarah.

“Tanah Datar memiliki nilai sejarah luar biasa sebagai pusat peradaban Minangkabau. Kami melihat semangat masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan ini sangat tinggi. Komisi X akan membawa aspirasi ini ke tingkat nasional agar dukungan terhadap pelestarian budaya di Tanah Datar semakin nyata,” ungkapnya.

Selain itu, Kurniasih juga mengapresiasi peran aktif BPK Wilayah III Sumbar yang telah bekerja keras menjaga kelestarian berbagai situs bersejarah. Ia berharap ke depan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas budaya semakin diperkuat agar pengelolaan cagar budaya dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata budaya.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan penyampaian aspirasi dari para peserta, yang seluruhnya akan dibahas lebih lanjut oleh Komisi X DPR RI bersama Kementerian terkait. Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cendera mata dari Wakil Bupati Tanah Datar dan Kepala BPK Wilayah III Sumbar kepada rombongan Panja Komisi X DPR RI.(M.Datuk)

TAGS : Tanah datar

Artikel Lainnya