Jakarta, INDONEWS.ID – Misteri kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri, kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena cara kematiannya yang dinilai janggal, tetapi juga karena munculnya sosok perempuan berinisial Vara yang disebut-sebut 24 kali check in hotel bersama Arya.
Kasus ini menyedot perhatian sejak jenazah Arya ditemukan dalam kondisi tidak biasa di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) pagi. Saat ditemukan, posisi tubuh Arya tergeletak di atas kasur, dengan kepala dibungkus plastik dan dililit lakban berwarna kuning. Tubuhnya juga tertutup selimut berwarna biru. Kamar kos tersebut diketahui menggunakan sistem smart lock.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya langsung melakukan penyelidikan intensif. Dalam konferensi pers pada Selasa (29/7/2025), polisi menyatakan belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain maupun unsur pidana dalam kematian Arya. Penyidik bahkan telah menyita 103 barang bukti, mulai dari gulungan lakban, kantong plastik, pakaian milik korban, hingga obat sakit kepala dan obat lambung.
Polisi juga menemukan sidik jari Arya pada permukaan lakban yang melilit kepalanya. Hingga kini, sedikitnya 24 orang saksi telah diperiksa dari tiga klaster: rekan kerja, rekan satu kos, dan anggota keluarga. Meski demikian, polisi belum secara resmi menyimpulkan kasus ini sebagai bunuh diri, dan proses penyelidikan disebut masih berjalan.
Sosok Vara Mencuat
Dalam perkembangan terbaru, nama Vara ikut mencuat dan menjadi sorotan publik. Melansir sejumlah pemberitaan, Vara disebut-sebut sebagai seorang ibu Persit karena suaminya diduga anggota TNI dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol).
Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip berbagai media, Arya Daru dan Vara diketahui pernah check in bersama di hotel sebanyak 24 kali di wilayah Jakarta. Fakta ini kemudian menimbulkan dugaan adanya hubungan khusus antara keduanya.
Beberapa hari terakhir, Vara diduga memiliki kaitan dengan kematian Arya. Sejumlah kejanggalan terkait aktivitas keduanya menjelang kematian sang diplomat ikut disorot.
Hubungan Arya dan Vara perlahan mulai terurai dari rangkaian aktivitas mereka sebelum kematian Arya. Disebutkan, Arya dan Vara beberapa kali check in di hotel dalam kurun waktu tertentu.
Menjelang kematian Arya, Vara sempat tertangkap berada di Mall Grand Indonesia (GI). Ia diketahui menemani Arya berbelanja bersama satu orang lainnya bernama Dion, pada Senin (7/7/2025), atau satu hari sebelum Arya ditemukan meninggal dunia.
Tak hanya itu, sebelum berangkat ke GI, Arya dan Vara juga sempat makan siang bersama di suatu tempat. Rangkaian aktivitas ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik mengenai pola hubungan keduanya dan kemungkinan kaitannya dengan kematian Arya. Namun demikian, pihak kepolisian belum membuka secara rinci status dan bentuk hubungan mereka.
Polisi: Hubungan Arya dan Vara adalah Privasi
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat membeberkan detail hubungan antara Arya dan Vara ke publik. Ia menyebut hal tersebut sebagai ranah pribadi.
"Kalau masalah hubungannya, kami tidak bisa sampaikan karena itu privasi," ujarnya kepada wartawan.
Pernyataan ini memunculkan pro dan kontra di publik, mengingat nama Vara dan status suaminya yang disebut anggota TNI kini ikut menjadi sorotan.
Pihak keluarga Arya melalui kuasa hukum sempat meminta TNI untuk mengusut lebih jauh sosok Vara, mengingat adanya dugaan bahwa Vara adalah istri seorang anggota TNI.
“Jadi, suami saksi korban terakhir adalah anggota TNI, yang dua orang itu. Itu juga kami mohon penyelidikan lebih mendalam lagi,” ujar kuasa hukum keluarga, Dwi Librianto, beberapa waktu lalu.
Senada, Anggota Komisi III DPR RI, Maruli Siahaan, juga menyoroti sosok Vara dan suaminya yang disebut sebagai perwira TNI berpangkat Letkol.
“Iya, Vara, suaminya Letkol (TNI) katanya. Apa hubungannya gitu kan? Ini harus didalami, kan. Harus didalami,” kata Maruli.
Hingga kini, misteri di balik kematian Arya Daru Pangayunan masih belum terjawab tuntas. Munculnya nama Vara dan informasi soal 24 kali check in di hotel bersama sang diplomat muda semakin memunculkan tanda tanya di publik.
Keluarga dan sejumlah pihak berharap aparat penegak hukum, termasuk TNI bila diperlukan, dapat mengusut kasus ini secara menyeluruh, transparan, dan tuntas.