Jakarta, INDONEWS.ID--Pertandingan 16 besar Piala Italia, Lazio kontra AC Milan berakhir dengan kemenangan tim yang tidak diunggulkan.
Berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (4/12) malam, waktu setempat, Milan harus menerima kekalahan 1-0 dari Le Aquile.
Kekalahan ini pahit, sebab Milan datang dengan optimisme tinggi sebagai tim pemuncak klasemen sementara Seri A saat ini.
Sementara Lazio menyambut laga dengan rasa kurang percaya diri karena tim yang menempati peringkat 8 Seri A.
Namun hasil menunjukkan lain, peringkat Seri A seolah tidak berdampak.
Duel kedua tim berlangsung ketat sejak laga dibuka. Lazio lebih dulu mengancam gawang Milan melalui tembakan Valentin Castellanos.
Namun, upaya tersebut masih dapat dibendung lini pertahanan Milan.
Selanjutnya giliran Toma Basic yang menciptakan peluang untuk Lazio. Akan tetapi tendangan jarak jauhnya masih melebar.
Dalam laga ini, Massimiliano Allegri menerapkan skema taktik 3-5-1-1 dengan menempatkan Rafael Leao di depan sebagai ujung tombak.
Sementara pelatih Lazio Maurizio Sarri memainkan taktik 4-3-3 dengan mengandalkan trio Gustav Isaksen, Taty Castellanos, dan attia Zaccagni.
Namun, sepanjang babak pertama kedua tim hanya mampu saling menyerang dan mendapat peluang namun tak berujung gol.
Di babak kedua, nyaris tidak ada perubahan di kedua kubu. Lazio sedikit mendominasi jalannya laga.
Mereka mampu melepaskan lebih nanyak tembakan, 12 tembakan berbanding 6 tembakan milik Milan.
Akurasi tembakan tepat sasaran, Lazio melepaskan 5 tembakan berbanding 2 tembakan milik Milan.
Pada menit 80, Lazio akhirnya memecahkan kebuntuan lewat Mattia Zaccagni.
Gol ini bermula dari sepak pojok Nuno Tavares yang bisa dikonversikan menjadi gol dengan sundulan oleh Mattia Zaccagni.
Skor 1-0 untuk kemenangan Lazio tetap bertahan dan lolos ke 8 Besar Piala Italia.