Jakarta, INDONEWS.ID - Di tengah duka banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, sebuah kisah haru sekaligus menegangkan muncul dari seorang bocah bernama Farhan. Setelah dua hari terjebak di atas pohon mangga tanpa makanan, ia akhirnya ditemukan selamat oleh tim relawan yang berjibaku menembus arus deras.
Ketika ditemukan, Farhan hanya mengenakan pakaian basah dan berpegangan pada dahan rapuh. Tubuhnya lemah dan menggigil kedinginan, sementara tim penyelamat harus bertarung melawan derasnya air untuk menggapainya. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko.
Farhan merupakan salah satu korban banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang. Bersama kakaknya, ia terpaksa memanjat pohon mangga setelah rumah mereka disergap terjangan air. Dalam kondisi panik dan tanpa perlindungan, dua bocah itu bertahan selama dua hari, hanya berpegang pada batang pohon dan berharap ada bantuan datang. Sementara itu, ibu mereka terpisah dan dievakuasi ke lokasi pengungsian lain.
Kisah perjuangan Farhan pertama kali dibagikan oleh aktris Zaskia Adya Mecca melalui akun Instagram pribadinya. Zaskia mengunjungi lokasi bencana dan mendengarkan langsung cerita pilu dari ibu Farhan. Dengan suara bergetar, sang ibu menuturkan bagaimana kedua anaknya berusaha menyelamatkan diri di tengah derasnya banjir.
Keajaiban datang saat relawan akhirnya menemukan Farhan dan kakaknya dalam kondisi selamat, meski tubuh keduanya sangat lemah.
Saat ditemui Zaskia di pengungsian, Farhan tampak pemalu dan penuh ketakutan. Ia berdiri sambil memeluk pinggang ibunya, enggan melepaskan diri. Ketika Zaskia mencoba menyapa dengan lembut, Farhan justru semakin bersembunyi.
Saat ditanya apa yang membuatnya takut, jawaban polos Farhan membuat suasana menjadi cair. Ia mengaku takut karena wajah Zaskia terlihat “terlalu putih”. Zaskia dan saudaranya, Tasyanur Medina, pun tertawa kecil dan meminta maaf sambil bercanda. Kejadian sederhana itu menghadirkan sedikit kebahagiaan di tengah kegelapan pengungsian.
Usai pertemuan itu, Zaskia menuliskan harapan agar Farhan dan kakaknya kelak tumbuh menjadi pemuda tangguh. Ia berjanji akan kembali ke lapangan untuk membantu para penyintas.
Zaskia Suarakan Kekesalan Atas Kerusakan Lingkungan
Kunjungan Zaskia ke Aceh Tamiang pada Rabu (4/12/2025) malam juga meninggalkan jejak kemarahan dan keprihatinan. Melalui unggahan Instagram, ia mengecam pihak-pihak yang menggunduli hutan demi keuntungan pribadi.
“PUAS KALIAN YANG MENGGUNDULKAN HUTAN?! Bisa tidur nyenyak? Bahagia dengan harta yang kalian dapatkan dari itu semua?” tulisnya, dikutip Tribunnews.com, Sabtu (6/12/2025).
Ia menyoroti pembukaan lahan, penebangan pohon, pembakaran hutan, hingga aktivitas pertambangan yang menurutnya menjadi penyebab rusaknya lingkungan dan membawa bencana bagi masyarakat. Ratusan ribu warga terdampak, kehilangan harta benda, bahkan nyawa.
Zaskia juga mengkritik lambatnya proses penanganan dan distribusi bantuan. Dalam kunjungannya, ia menemukan sebuah pesantren dengan hampir seribu santri yang mengalami kerusakan parah akibat tertimbun lumpur dan kayu besar.
“Siapa yang akan merapikan? Membangunnya kembali? Titik-titik seperti ini banyak sekali,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa relawan tidak memiliki kemampuan membuka akses dan menyingkirkan material besar tanpa alat berat dari pihak berwenang. Karenanya, ia mendesak semua pihak untuk bergerak cepat.
“Ayo gerak! Kita sama-sama bergerak,” tutupnya.
Kisah selamatnya Farhan menjadi secercah harapan di tengah derita panjang banjir Aceh Tamiang, sekaligus pengingat pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat kesiapsiagaan bencana.