Nasional

Wamen PPPA Veronica Tan Soroti Beratnya Tantangan Perempuan Indonesia dan Dorong Terobosan untuk Kesempatan yang Lebih Berkeadilan

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 09/12/2025 21:22 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, S.T., menjadi keynote speaker dalam Talkshow dan Launching Pusat Studi Gender dan Kepemimpinan Birokrasi (PSGKB) di Graha Wicaksana LAN RI.

Dalam pemaparannya, beliau secara lugas menyoroti kenyataan bahwa menjadi perempuan di Indonesia masih menghadapi tantangan berat akibat berbagai stigma sosial yang menghambat peran perempuan dalam masyarakat maupun birokrasi.

Veronica Tan menyampaikan bahwa stigma terhadap perempuan setelah menikah—bahwa mereka “harus” menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya—masih menjadi beban yang dirasakan di banyak daerah. Meskipun banyak perempuan bekerja dan berkontribusi pada ekonomi keluarga, kesempatan yang berkeadilan bagi perempuan dalam dunia kerja dan dalam proses pengambilan keputusan masih sering tidak terpenuhi.

Beliau menegaskan bahwa pembangunan kualitas perempuan adalah kunci dalam memperkuat pondasi kemajuan bangsa. Peningkatan kapasitas perempuan, pembukaan ruang partisipasi yang setara, serta kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan birokrasi dan lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Veronica Tan menekankan pentingnya terobosan berbasis data dan riset. Ia menyampaikan bahwa KemenPPPA bersama berbagai lembaga, termasuk melalui inisiatif PSGKB, berupaya mencari bottle neck dari persoalan-persoalan struktural yang menghambat perempuan. Dengan mengidentifikasi akar masalah secara tepat, kebijakan yang dibuat akan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup perempuan Indonesia.

Beliau mengapresiasi hadirnya PSGKB sebagai wadah strategis yang mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperkaya kajian akademik tentang gender, dan mendorong perubahan budaya kerja menuju birokrasi yang lebih aman dan inklusif.*

 

Artikel Lainnya