Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Komunitas Sorghum Indonesia (KAGUMI) sekaligus Pengurus Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Diana Widiastuti, menghadiri Dialog HKTI bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia yang diselenggarakan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pengembangan pangan lokal.
Dialog tersebut membahas berbagai strategi penguatan sektor pertanian, termasuk diversifikasi pangan dan pengembangan komoditas sorghum. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian RI menyampaikan kesiapan pemerintah untuk menyiapkan benih sorghum bagi pengembangan lahan seluas 5.000 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Diana Widiastuti menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan sorghum. Menurutnya, sorghum merupakan komoditas strategis yang memiliki keunggulan adaptif terhadap perubahan iklim, dapat dibudidayakan di lahan kering, serta memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi.
“Kesiapan benih sorghum untuk 5.000 hektare merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendukung diversifikasi pangan. KAGUMI bersama HKTI siap bersinergi dengan Kementerian Pertanian dalam mendampingi petani dari hulu hingga hilir,” ujar Diana Widiastuti.
Menteri Pertanian RI dalam dialog tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi tani, dan komunitas pertanian guna memastikan program-program strategis berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kehadiran Ketua KAGUMI yang juga Pengurus Pusat HKTI dalam dialog ini menegaskan komitmen KAGUMI dan HKTI untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian serta mendorong sorghum sebagai salah satu komoditas pangan unggulan nasional.
Diketahui, Komunitas Sorghum Indonesia (KAGUMI) merupakan wadah kolaborasi petani, pelaku usaha, dan pemerhati pangan yang berfokus pada pengembangan sorghum sebagai komoditas pangan, pakan, dan industri berkelanjutan di Indonesia.