Karya: Laudia Syahrah
Perahu usang telah retak digugur laut
Laut itu kamu, tenang yang menyamar
Berperan luas, menyimpan sunyi dipalung terdalam
Aku datang sebagai perahu dengan lambung retak, masih sempat berlayar meski ku tahu diriku tak sepenuhnya aman.
Kau biarkan aku terapung diatas namamu
Seakan tak masalah jika perlahan aku hilang dari keseimbangan.
Sebab sejak awal aku tak ingin diselamatkan
Hanya ingin diterima, meski rapuh, dan tidak direncanakan.
Ditengah pelayaran, aku belajar bahwa karam tak selalu tentang badai, mungkin soal bertahan terlalu lama, dan kamu, seperti laut yang setia,
tak pernah benar-benar menghancurkan, pergi, atau memintaku tetap menetap kau laut yang tetap pasang, meski tahu aku kian berat oleh rasa yang tak sempat ku sebut perlawanan, aku rela tenggelam perlahan, asal karamku masih dalam pelukan kedalamanmu yang paling tenang.