Gaya Hidup

Ratusan ODGJ Kembali Normal, Ditangani dengan Hati

Oleh : rio apricianditho - Kamis, 22/01/2026 13:25 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Bersyukur atas kelimpahan rejeki bisa diwujudkan dengan cara apapun tapi tak banyak orang wujudkan rasa syukur dengan merawat ratusan ODGJ hingga kembali normal. Salah satunya Yayasan Al Fajar Berseri yang menampung 800 lebih ODGJ, bahkan seorang pembinanya merawat belasan ODGJ di rumah pribadi, dari mengajarkan sopan santun sampai memandikan mereka dengan tangannya sendiri.

Pernah terbayang, nyawa tinggal beberapa centi lagi saat orang yang kita rawat dengan kasih sayang ingin membunuh dengan gunting di tangan kiri, pisau di tangan kanan. Bagaimana mencekamnya situasi itu? menyeramkan tapi dengan ketulusan hati maut didepan mata urung terjadi.

Begitulah ancaman yang pernah dihadapi pembina Yayasan tersebut saat ini merawat ODGJ di kediamannya. Paling sedikit rumah di kawasan Cipete, Jakarta Selatan ada 15 ODGJ, mereka hidup bersama di rumah itu, pemilik rumah makan yang dirawat pun makan bahkan bersama-sama. Hatinya begitu tulus, ODGJ itupun ia mandikan satu per satu setiap hari.

Sosok pembina yayasan M seorang wanita paruh bayah yang tak ingin disebut namanya, baginya ketulusan hati bukan untuk diviralkan tapi dirasakan oleh mereka yang ia rawat penuh kasih sayang.

ODGJ yang ia rawat di rumahnya bukan baru 2-3 minggu tapi sudah lebih dari 5 tahun, ada yang sudah 14 tahun tinggal di sana, kita tak bisa membayangkan bagaimana repotnya merawat mereka belasan tahun, yang prilaku normal saja kita rawat repotnya seperti apa, tapi dia puluhan tahun dan lebih dari 10 orang.

Menurutnya, ia sudah terbiasa hidup dengan para ODGJ bahkan hal itu dilakukan sejak ia baru menikah, kini wanita asli Surabaya ini sudah memiliki cucu. Tak ada latarbelakang keahlian akademis menangani ODGJ hanya dengan ketulusan hati ia menangani para ODGJ tapi sudah ratusan ODGJ bisa hidup normal kembali.

Yayasan yang dibina memiliki lahan kurang lebih 2 hektar dengan bangunan untuk menampung ratusan ODGJ. Mereka itu selain ditemukan langsung, ada juga yang sengaja dititipkan keluarganya dan Dinas Sosial, meski ada perhatian kecil dari pemerintah yayasan ini masih terus merawat dan membina para ODGJ.

"Sehari di sana kami menghabiskan beras sehari 1 kwintal, pemerintah memberikan 1 ton untuk setahun. Kami tetap merawat para ODGJ karena banyak juga yang peduli dengan mereka", ujarnya kala ditemui di kediamanya.

Sedangkan ODGJ yang ia rawat di rumah bukan tak tertampung di yayasan tapi mereka yang sulit ditangani. Namanya seperti belaian kasih sayang bagi ODGJ, setiap nama pembina ini disebut hampir seluruh pasien yang sulit ditangani langsung berperilaku baik bila sedang 'mengamuk'.

Bisa dikatakan pasien 'berat' diajak ke rumah, ia bimbing dengan ketulusan hati, diajari berpakaian yang sebelumnya tak mau atau pakai sekejap lalu dilepas kini berbusana rapi. lalu sopan santun ia ajarkan, kala indonews.id bertemu satu persatu ODGJ itu menyalami dan mengenalkan namanya.

Bukan itu saja bernyanyi pun ia ajari, menurutnya musik dan lagu bagian dari terapi mereka. suara mereka enak didengar kala mereka menunjukan performanya menyanyi lagu-lagu yang pernah diajari. "Masing-masing punya cengkok yang berbeda, meskipun sebelumnya mereka bernyanyi seperti orang membaca sair", tambahnya.

ODGJ ini juga ia ajarkan membaca Al Quran, diawali dengan Iqro lalu surat pendek, ia pun takjub ternyata para ODGJ ini daya ingatnya masih tinggi, hanya 3 kali diajari mereka hafal luar kepala surat panjang seperti Al-Baqarah. Mereka melantunkannya pun membuat yang mendengar takjub dengan kemampuan mereka.

Baginya ODGJ itu manusia bukan mahluk lain yang tak punya nurani, hanya dengan hati tulus dan penuh kasih sayang mereka bisa kembali. "Seperti batu yang keras akan tembus bila terus ditetesi air", tambahnya mengakhiri pembicaraanya karena hari terus beranjak malam.

Artikel Lainnya