Jakarta, INDONEWS.ID--Real Betis harus menerima kenyataan pahit gagal meraih poin sempurna saat bertandang ke markas PAOK.
Pasalnya, laga matchday 7 Piala Eropa yang berlangsung di Toumba Stadium, Tesalonika, Jumat (23/1) sini hari itu berakhir sebabnya kekalahan Betis 2-0.
Padahal dari catatan keseluruhan laga, Betis unggul di semua aspek.
Statistik akhir menunjukkan Betis menguasai bola 56 persen, 414 operan, dan 15 tembakan.
Sementara PAOK hanya menguasai bola 44 persen, 322 operan dan 9 tembakan.
Namun bicara efektivitas bermain, PAOK tampak lebih unggul dibanding Betis.
Formasi 4-2-3-1 yang dimainkan pelatih Răzvan Lucescu itu nampaknya manjur.
Terbukti trio striker Betis yakni Ruibal, Ávila dan García gagal menembus pertahanan untuk mendapatkan ruang tembak terbaik.
Akibatnya mereka banyak melakukan tembakan jarak jauh yang kurang tepat sasaran.
Sepanjang 90 menit laga, Betis hanya melepaskan 2 tembakan tepat sasaran, sedangkan PAOK 4 tembakan tepat sasaran.
Pada babak pertama, kedua tim buntu mencetak gol, meskipun mendapat sejumlah peluang.
Pada babak kedua, tuan rumah unggul lewat gol yang dicetak Andrija Zivkovic pada menit 67.
Gol ini memantik harapan bagi Paok untuk tetap berkompetisi di Liga Eropa.
Pasalnya, sebelum laga, PAOK berada di zona 24 besar klasemen Liga Europa.
Mereka unggul hanya dua poin dari Dinamo Zagreb yang berada tepat di luar batas kelolosan.
Skor 1-0 membuat mereka semakin semangat untuk mengakhiri laga dengan kemenangan.
Hasilnya, mereka menambah keunggulan di menit 86 lewat gol Giorgos Giakoumakis dari titik putih alias penalti.
Dengan kemenangan 2-0, skuad asal Yunani itu kini berada di peringkat 12 dengan 12 poin.
Sementara Betis tertahan di peringkat 8 dengan 14 poin.