Jakarta, INDONEWS.ID--Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia, laju ke final Australian Open 2026 usai menumbangkan Elina Svitolina
Duel seru semifinal Sabalenka kontra Elina Svitolina yang berlangsung di Rod Laver Arena, Kamis (29/1/2026) berakhir dengan skor 6-2, 6-3.
Sabalenka hanya membutuhkan waktu satu jam 16 menit untuk memastikan tiket ke final
Kemenangan ini makin menguatkan ambisi Sabalenka meraih gelar Grand Slam kelimanya, dan gelar ketiganya di Melbourne Park.
Di final, petenis kelahiran 5 Mei 1998 itu akan menghadapi pemenang antara Jessica Pegula dan Elena Rybakina.
Melawan Svitolina Rod Laver Arena, Sabalenka mendominasi sejak awal. Ia berhasil mematahkan servis Svitolina di gim keempat set pertama, unggul 3-1.
Sabalenka memiliki kekuatan pukulan forehand dan backhand yang membuat Svitolina sulit mengembangkan permainannya.
Set pertama pun ditutup dengan skor 6-2 untuk keunggulan petenis asal Belarusia itu.
Pada set kedua, Sabalenka melanjutkan dominasinya. Ada hal menarik di set kedua ini.
Poin Sabalenka dipotong lantaran aksi kontroversialnya yaitu suara teriakan saat memukul bola yang dinilai mengganggu.
Kendati dipotong satu poin, ia mampu bangkit dan kembali mematahkan servis Svitolina.
Sabalenka menutup pertandingan dengan skor 6-3 di set kedua.
Dengan lolos ke final Australian Open 2026, Sabalenka mencatatkan sejarah sebagai petenis wanita ketiga yang berhasil mencapai final di Melbourne Park empat kali berturut-turut.
Ia menyamai pencapaian Evonne Goolagong Cawley (1971-1976) dan Martina Hingis (1997-2002), yang masing-masing mencapai enam final beruntun.
“Saya tidak percaya ini. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, tetapi pekerjaan belum selesai,” ujar Sabalenka usai pertandingan.
Sabalenka menuturkan, dirinya telah mempelajari permainan Svitolina sepanjang turnamen.
“Saya telah menonton permainannya; dia bermain luar biasa melawan Mirra (Andreeva), melawan Coco (Gauff), secara keseluruhan sepanjang turnamen,” kata Sabalenka.
Bertolak dari hasil pengamatan itu, ia bisa mengeksploitasi kelemahan lawan.
“Saya merasa harus melangkah maju dan memberikan tekanan sebanyak mungkin kepadanya, dan saya senang levelnya ada di sana hari ini,” tambahnya.
Di sisi lain, Svitolina mengakui keunggulan lawannya di semifinal Australian Open yang merupakan pengalaman pertamanya.
Ia menunjukkan perlawanan sengit namun belum mampu mengimbangi kekuatan Sabalenka.
“Tentu saja sangat sulit ketika Anda bermain melawan nomor satu dunia yang sedang dalam performa terbaiknya,” ujar Svitolina seperti dikutip Reuters.
Baik Sabalenka maupun Svitolina memasuki semifinal dengan rekor tak terkalahkan di turnamen ini.
Mereka telah memenangkan gelar di turnamen pemanasan sebelum Australian Open 2026, yaitu Brisbane International untuk Sabalenka dan ASB Classic untuk Svitolina.
Final Australian Open 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada hari Minggu (31/1).