Jakarta, INDONEWS.ID - Kegiatan diskusi literasi bertajuk “Piknik Literasi: Kopi, Buku & Kamu” sukses diselenggarakan dengan menghadirkan pembahasan buku Contours of Feminist Political Ecology yang disunting oleh Wendy Harcourt. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka bagi peserta untuk memahami keterkaitan antara isu lingkungan, gender, dan keadilan sosial dalam perspektif ekologi feminis.
Acara yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pegiat literasi, dosen, tendik, dan mahasiswa, yang memiliki ketertarikan terhadap isu sosial dan lingkungan. Dengan konsep diskusi terbuka sambil menikmati kopi, kegiatan ini bertujuan menciptakan ruang belajar yang inklusif, hangat, dan partisipatif.
PSGKB Politeknik STIA LAN Jakarta sebagai Penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperluas wawasan kritis terhadap isu-isu lingkungan dan kesetaraan gender. Buku Contours of Feminist Political Ecology dipilih karena menawarkan perspektif baru mengenai hubungan manusia, khususnya perempuan, dengan lingkungan serta bagaimana dinamika kekuasaan memengaruhi pengelolaan sumber daya alam.
Ketua PSGKB, Dr. Hidayaturahmi, MPA., menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan kesadaran lingkungan yang inklusif dan berkeadilan gender. “Isu lingkungan tidak dapat dipisahkan dari perspektif gender. Keduanya saling berkaitan dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring komunitas literasi serta mendorong peserta untuk lebih aktif berdiskusi dan berbagi gagasan.
Dalam sesi diskusi, narasumber menekankan bahwa ekologi feminis tidak hanya membahas persoalan perempuan, tetapi juga menyoroti ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik yang memengaruhi keberlanjutan lingkungan. Buku tersebut, menurut narasumber, memperlihatkan bagaimana pengalaman perempuan sering kali menjadi kunci dalam memahami praktik pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil dan berkelanjutan.
“Buku ini mengajak kita melihat bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari relasi kekuasaan dan ketidaksetaraan sosial. Perspektif feminis membantu kita memahami bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan keadilan sosial,” ungkap narasumber dalam diskusi tersebut.
Narasumber juga menambahkan bahwa pendekatan ekologi feminis menekankan pentingnya pengetahuan lokal, pengalaman komunitas, serta keterlibatan kelompok rentan dalam pengambilan keputusan terkait lingkungan.
Narasumber juga menyampaikan bahwa buku ini sekaligus megkritik fenomena solusi hijau yang seringkali justru memperluas frontier extractive, dimana peluang pembukaan wilayah extraktif baru yang lebih luas. Disisi lain solusi hijau juga harus menitik beratkan pada pengetahuan berbasis pengalaman dan lokal wisdom, megingat local wisdom memberikan pendangan yang lebih solutif sesuai dengan konteksnya alih-alih hanya melaksanakan program-program top-down yang minim pengetahuan lokal.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta. Beberapa peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang keterkaitan antara literasi, isu gender, dan lingkungan. Mereka juga mengapresiasi konsep diskusi santai yang dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan tidak kaku.
PSGKB berharap kegiatan Piknik Literasi: Kopi, Buku & Kamu dapat terus berlanjut dengan menghadirkan beragam tema buku yang relevan dengan isu sosial dan kemasyarakatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus memperkuat budaya literasi di masyarakat.
Selain itu, diskusi semacam ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan serta memperjuangkan keadilan sosial melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berperspektif gender.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, komunitas literasi berharap dapat terus menumbuhkan minat baca sekaligus memperluas ruang dialog kritis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.