Nasional

Terbongkar! Dokumen "Epstein Files" Ungkap Rencana Bannon dan Epstein Ingin Jatuhkan Paus Fransiskus

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 15/02/2026 11:05 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Pesan-pesan pribadi antara mantan penasihat strategis Gedung Putih, Steve Bannon, dan terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengungkap rencana politik yang mengejutkan. Keduanya disebut pernah membahas strategi untuk menjatuhkan pemimpin tertinggi Gereja Katolik, mendiang Paus Fransiskus.

Hal tersebut terungkap dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, yang dikenal sebagai “Epstein Files”. Dokumen itu menunjukkan Bannon memandang Paus Fransiskus sebagai penghalang bagi gerakan populisme nasionalis yang ia dorong di Amerika Serikat dan Eropa.

Dalam sejumlah komunikasi, Bannon disebut memasukkan Paus Fransiskus ke dalam daftar tokoh global yang dianggapnya sebagai lawan ideologis, bersama sejumlah figur dan entitas internasional lainnya. Ia menilai sikap Paus terkait migrasi dan penolakan terhadap nasionalisme bertentangan dengan visi “sovereigntist” yang ia usung—sebuah bentuk populisme nasionalis yang berkembang di Eropa pada 2018–2019.

“Kita akan menjatuhkan (Paus) Fransiskus,” tulis Bannon dalam salah satu pesan yang dikutip media, termasuk CNN.

Epstein disebut menjadi tempat Bannon berkonsultasi terkait upaya propaganda terhadap Vatikan. Keterlibatan Epstein dalam diskusi tersebut menambah sorotan publik, mengingat reputasinya yang telah tercemar oleh berbagai kasus hukum serius. Meski demikian, komunikasi antara keduanya disebut tetap berlangsung aktif.

Dalam pesan yang terungkap, Bannon merujuk pada buku tahun 2019 berjudul In the Closet of the Vatican, karya jurnalis Prancis Frederic Martel, yang mengulas isu-isu internal dan kontroversi di tingkat tinggi Gereja Katolik.

Dokumen menunjukkan bahwa pada 1 April 2019, Epstein mengirim email kepada dirinya sendiri dengan subjek “in the closet of the vatican”, lalu meneruskan artikel kepada Bannon berjudul “Paus Fransiskus atau Steve Bannon? Umat Katolik harus memilih,” yang dibalas Bannon dengan kalimat, “pilihan yang mudah.”

Bannon bahkan disebut berencana melibatkan Epstein sebagai produser eksekutif untuk proyek dokumenter rahasia yang mengadaptasi buku tersebut ke layar lebar. “Kamu sekarang adalah eksekutif produser untuk ‘ITCOTV’,” tulis Bannon dalam salah satu pesannya. Ia dikabarkan ingin menggunakan narasi buku dan cerita itu untuk menyerang kepemimpinan Paus Fransiskus.

Namun rencana tersebut memicu ketegangan dengan sejumlah kalangan konservatif di Vatikan. Kardinal Raymond Burke, yang dikenal sebagai kritikus konservatif Paus Fransiskus, dilaporkan tidak menyetujui buku tersebut dijadikan film.

Dalam bagian lain dokumen, Epstein disebut sempat melontarkan candaan tentang mengundang Paus Fransiskus ke kediamannya untuk “pijat” saat kunjungan Paus ke Amerika Serikat pada 2015. Tiga tahun kemudian, Epstein juga mengirim pesan kepada Bannon bahwa ia mencoba “mengatur perjalanan paus ke Timur Tengah.”

CNN melaporkan telah menghubungi perwakilan Bannon untuk meminta komentar terkait isi dokumen tersebut. Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump secara konsisten membantah melakukan pelanggaran terkait Epstein maupun tuduhan pelecehan seksual lainnya.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Vatikan terkait isi dokumen tersebut.

Artikel Lainnya