Karya: Laudia Syahrah (Duta Universitas Esa Unggul Jakarta Angkatan 6)
Dikota yang tak pernah benar sunyi
Banyak suara tumbuh bagai luka yang tak pernah usai
Orang-orang mengantri dengan membawa ambisi
Sementara kebahagiaan sering tinggal di belakang hari
Riuh langkah kaki memenuhi jalanan,
Tawa dan tangis bercampur tanpa batas
Sebagian dipuji sebagai keberuntungan
Sebagian lain jatuh tanpa sempat dijelaskan
Dunia berdiri dengan timbangannya sendiri,
Kadang miring tanpa alasan pasti,
Kadang juga miring, buah dari perjuangan diri sendiri
Ada yang lelah menunggu giliran ,
Ada yang menang sebelum benar benar berjuang
Namun di tengah riuh yang tak pernah reda itu,
masih ada hati yang memilih tetap hidup.
Meski dunia tak selalu adil pada setiap langkah,
banyak manusia tetap berjalan, membawa sehelai harapan yang tak ingin hilang.