Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto berencana menyampaikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat guna menjelaskan kondisi global yang tengah bergejolak serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 218 jembatan secara virtual, Senin (10/3). Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik dunia yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Presiden, situasi global saat ini semakin tidak menentu setelah memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel yang menyerang Iran. Ketegangan tersebut berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia, termasuk Indonesia.
“Akibat perang di Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan. Kita punya kekuatan yang besar, tapi saya juga akan jujur. Saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” kata Presiden.
Prabowo menilai kondisi dunia saat ini sedang berada dalam fase penuh ketidakpastian. Persaingan dan pertikaian antara kekuatan besar dunia berpotensi menyeret banyak negara ke dalam situasi yang semakin sulit.
“Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja harus menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah disebut terus memantau perkembangan global secara intensif. Presiden mengatakan dirinya setiap hari mempelajari berbagai data dan indikator ekonomi untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap tepat.
“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita temukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu. Tapi saya yakin kita akan keluar dari krisis ini lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan dan energi. Ia mengungkapkan upaya panjang menuju swasembada pangan mulai menunjukkan hasil yang nyata.
“Kita bersyukur bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada pangan. Sekarang kita sudah sampai swasembada beras dan sebentar lagi mencapai kebutuhan protein kita,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian global, menurut Presiden, ketahanan pangan menjadi jaminan penting agar masyarakat Indonesia tetap aman meskipun banyak negara menghadapi krisis.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kemandirian energi melalui pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya domestik seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu.
Prabowo pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bekerja keras, menjaga persatuan, serta bersyukur atas berbagai potensi yang dimiliki Indonesia. “Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersyukur,” katanya.
Sementara itu, situasi geopolitik di Timur Tengah juga mulai berdampak pada perekonomian global, terutama melalui lonjakan harga minyak dunia. Tekanan tersebut turut mempengaruhi nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (9/3).
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengingatkan lonjakan harga minyak global berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara signifikan.
Ia memperkirakan defisit APBN dapat melebar hingga Rp314 triliun jika harga minyak dunia terus meningkat. “Lonjakan harga minyak bisa menyebabkan tekanan fiskal terburuk sejak pandemi Covid-19,” kata Bhima.