Jakarta, INDONEWS.ID--Calon kuat juara Liga Champions musim ini Arsenal nyaris kalah saat melawan Bayer Leverkusen.
Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, di BayArena, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB itu berakhir imbang 1-1.
Diprediksi sebelumnya, Arsenal bisa memenagkan laga. Hal itu bertolak dari pencapaian Arsenal yang impresif baik di liga Champions pun Liga Inggris.
Di Liga Champions, Arsenal mencapai babak 16 besar secara otomatis setalah finis di peringkat 1 di fase Liga dengan catatan menang semu laga.
Selain itu mereka datang ke markas Leverkusen dengan status peringkat pertama klasemen sementara di Liga Inggris.
Namun berhadapan dengan tuan rumah Leverkusen, Arsenal seperti antiklimaks hingga harus menerima hasil imbang 1-1.
Ini tak lepas dari penampilan Leverkusen yang impresif.
Sosok gelandang bertahan Leverkusen Robert Andrich tampil impresif sepanjang pertandingan yang berlangsung di BayArena.
Ia tidak hanya berperan penting dalam menjaga lini pertahanan, tetapi juga menyumbang satu gol penting bagi timnya..
Atas pencapaiannta, para pengamat teknis UEFA menyebut performa Andrich sebagai salah satu faktor utama yang membuat Leverkusen mampu tampil solid menghadapi tekanan Arsenal.
“Dia bermain sangat baik sebagai bek tengah, memimpin tim dari lini belakang," tulis laporan resmi UEFA.
"Pada momen yang tepat dia juga melakukan pressing ke lini tengah. Umpannya bagus dan dia mencetak gol yang fantastis".
Robert Andrich mencetak gol bagi tim pada menit 46. Skor 1-0 membuat Arsenal kian frustasi saat upaya demi upaya mencetak gol selalu gagal.
Andrich bermain penuh selama 90 menit. Ia menunjukkan kontribusi yang sangat komplet di berbagai aspek permainan.
Dari sisi distribusi bola, ia mencatat 37 umpan akurat dari total 40 percobaan, dengan tingkat akurasi mencapai 93 persen.
Kontribusinya di sektor pertahanan juga tidak kalah penting. Ia mencatat lima aksi defensif.
Itu termasuk tiga sapuan, satu sapuan dengan sundulan, serta dua intersep yang memutus aliran serangan Arsenal.
Dalam duel ini, Arsenal mengandalkan bola mati. Sepanjang pertandingan.
Mereka mampu menyamakan skor berkat eksekusi bola mati dari titik putih yang dilakukan Kai Havertz di menit 89.
Skor imbang 1-1 membuat Arsenal harus berbagi peluang lolos ke fase berikut sama besar dengan Leverkusen.
Susunan Pemain
MeissnerLeverkusen: Janis Blaswich; Robert Andrich, Jarell Quansah, Edmond Tapsoba; Ernest Poku, Exequiel Palacios, Aleix Garcia, Alejandro Grimaldo; Ibrahim Maza, Martin Terrier; Christian Kofane.
Pelatih: Kasper Hjulmand
Arsenal: David Raya; Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel, Piero Hincapie; Martin Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Eberechi Eze, Gabriel Martinelli; Viktor Gyokeres.
Pelatih: Mikel Arteta.