Jakarta, INDONEWS.ID - Kegiatan santunan anak yatim kembali digelar oleh jaringan Bamus Betawi dengan melibatkan berbagai masjid, seperti Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Al-Makmun, serta dukungan dari wilayah Jakarta Timur sebagai peserta mayoritas, ditambah perwakilan dari Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
Ketua Umum Dewan Ahli Bamus Betawi, M.R. Eki Pitung mengatakan, tahun ini, jumlah penerima santunan mencapai sekitar 2.000 anak yatim dengan nominal bantuan minimal Rp500 ribu per anak. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1.000 penerima. Program ini merupakan hasil gotong royong para pengurus, tokoh masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari lembaga seperti Baznas dan sejumlah pejabat yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Eki menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya meningkatkan nilai ibadah di bulan Ramadan. Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk mendoakan bangsa Indonesia agar tetap aman dan tidak terprovokasi oleh berbagai dinamika global.
Dalam kesempatan tersebut, doa juga dipanjatkan untuk kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto agar diberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan nasional maupun internasional.
Tak hanya fokus pada kegiatan sosial, Bamus Betawi juga menyoroti pentingnya menjaga eksistensi budaya Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global. Mereka mengingatkan bahwa modernisasi dan pengaruh internasional kerap menggerus identitas masyarakat asli, seperti yang terjadi di berbagai negara lain.
Melalui Dewan Adat Betawi, mereka mendorong adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat dalam bentuk regulasi atau undang-undang khusus untuk melindungi dan melestarikan budaya Betawi. Menurut mereka, hal ini penting agar masyarakat Betawi tetap memiliki ruang dan peran strategis di tanah kelahirannya sendiri.
Kegiatan santunan ini pun menjadi simbol bahwa kepedulian sosial dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan, sekaligus memperkuat persatuan di tengah tantangan zaman.