Jakarta, INDONEWS.ID--Apes nian nasib Chelsea saat melawan Everton yang berlangsung Hill Dickinson Stadium, pada 22 Maret 2026, dini hari WIB.
Pasalnya, laga pekan 31 lanjutan Liga Inggris itu berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah Everton.
Mental para pemain The Blues benar-benar hancur. Sebab ini menjadi kekalahan ketiga beruntun yang mereka alami.
Chelsea mengalami pukulan telak setelah kekalahan dari Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions dengan agregat 8-2.
Sebelumnya lagi, mereka takluk 0-1 dari Newcastle.
Kekalahan 3-0 dari Everton menimbulkan keraguan terhadap kemampuan pelatih Liam Rosenior.
Sementara itu, Everton menunjukkan performa yang solid, khusus laga kandang.
Mereka hanya kebobolan satu gol per pertandingan di kandang dalam beberapa laga terakhir.
Dan puncak penampilan apik tatkala menggulung Chelsea dengan 3 gol tanpa balas atau clean sheet.
Dua gol kemenangan Everton dicetak oleh Norberto Bercique Gomes Betuncal (Beto) 2 gol atau brace di menit 33 da 62 dan gol Iliman Ndiaye di menit 76.
Menariknya, laga ini memperlihatkan permainan yang efektif dari Everton.
Mereka tidak mengendalikan jalannya laga namun mampu mencetak 3 gol tanpa balas.
Secara penguasaan bola, Chelsea mendominasi 65 persen, melepaskan 10 tembakan, 4 oh target.
Sementara tuan rumah, dengan hanya menguasai bola 35 persen mereka melepaskan 8 tembakan, 7 tembakan on target dan 3 tembakan membuahkan gol.
Berkat kemenangan ini, Everton naik ke peringkat 8 dengan 46 poin, selisih 2 poin dari Chelsea di peringkat 6.
Ini artinya, Chelsea dalam kondisi terancam digusur Everton pada pekan 32 jika Chelsea kembali kalah dan pada saat sama Everton menang lagi.