Jakarta, INDONEWS.ID--Ranking FIFA pasca jeda internasional sudah dirilis secara resmi, Rabu (1/4/2026).
Dalam daftar ranking itu, Timnas Indonesia bertahan di peringkat 122 FIFA usai agenda FIFA Series 2026.
Ranking tersebut diperbarui berdasarkan hasil pertandingan pada jeda internasional Maret lalu.
Pada jeda internasional tersebut, timnas Indonesia melakoni dua pertandingan di FIFA Series 2026.
Berdasarkan ranking sebelumnya pada Januari, Indonesia berada di peringkat 122.
Timnas Garuda sempat naik ke posisi 121 saat menang 4-0 lawan Saint Kitts and Nevis.
Namun, skuad besutan pelatih anyar John Herdman gagal menaikkan peringkat saat melawan Bulgaria.
Alih-alih naik peringkat, Garuda kembali turun ke peringkat 122 usai kalah 0-1 lawan Bulgaria.
Tim berperingkat 87 FIFA dari Eropa tersebut memang tipis 0-1 atas tim Merah Putih.
Menanggapi hasil ini, John Herdman berjanji akan memperbaiki poisi peringkat di bulan Juni.
PSSI akan menjadwalkan dua laga pada FIFA Matchday bulan Juni untuk mendongkrak peringkat Indonesia.
Menurut John, timnya butuh waktu untuk menaikkan peringkat FIFA.
"Kami hanya butuh waktu (untuk mematangkan taktik). Di jeda internasional Juni nanti, saya berharap punya waktu lebih panjang untuk memperkuat pola serangan," ujarnya.
Meskipun terpuruk, Timnas Indonesia jauh lebih baik ketimbang Malaysia.
Mereka menderita kalah WO di laga uji tanding internasional maupun laga kompetitif Kualifikasi Piala Asia 2027 di sepanjang 2025.
Akibatnya, Harimau Malaya terpuruk ke peringkat 135 sebelum jeda internasional Maret.
Tim asuhan Peter Cklamovski lantas menderit kekalahan 3-1 dari Vietnam pada Selasa (31/3/2026) kemarin.
Hal itu membuat peringkat Malaysia terjun bebas sekali lagi, kini terjerembab di peringkat 138.
Di peringkat FIFA negara Asia Tenggara, Indonesia berasa di urutan ketiga (122), peringkat kedua Vietnam (99), peringkat pertama Thailand (93), peringkat keempat Filipina (135), kelima Malaysia (138).
Sementara peringkat enam hingga 11 berturut-turut Singapura (147), Myanmar (158)
Kamboja (177), Laos (185), Brunei Darussalam (193) dan Timor Leste (200).