Nasional

Kemlu Kecam Serangan di Lebanon Selatan, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 04/04/2026 09:21 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras aktivitas militer Israel di wilayah Lebanon Selatan yang dinilai mengganggu pelaksanaan mandat pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan Indonesia secara konsisten mengecam serangan-serangan di kawasan tersebut. Menurutnya, eskalasi militer di perbatasan tidak hanya memperburuk situasi keamanan, tetapi juga membahayakan personel penjaga perdamaian PBB.

“Serangan ini memperburuk situasi keamanan, membahayakan peacekeepers PBB, dan mengganggu pelaksanaan mandat UNIFIL,” ujar Yvonne dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Kemlu juga menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menimpa personel Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL. Serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 tersebut mengakibatkan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur, serta lima lainnya mengalami luka-luka.

Yvonne menyebut insiden tersebut menimbulkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Pemerintah, kata dia, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi prajurit yang terluka.

“Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita yang sangat mendalam dan solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan yang cepat bagi para personel yang terluka,” tuturnya.

Meski mengecam keras serangan tersebut, Indonesia belum secara spesifik menunjuk pihak yang bertanggung jawab. Hal ini dikarenakan proses penyelidikan oleh UNIFIL masih berlangsung.

“Pernyataan terkait pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada fakta dan hasil investigasi yang menyeluruh, sehingga akuntabilitas dapat ditegakkan secara kredibel,” kata Yvonne.

Saat ini, Indonesia telah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan independen guna mengungkap kronologi serta pelaku di balik serangan tersebut.

Kemlu menegaskan bahwa proses investigasi akan terus dikawal dan dimonitor oleh pemerintah Indonesia demi memastikan pertanggungjawaban penuh atas insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut.*

Artikel Lainnya