Nasional

Kisah Perjuangan Ibu Ani, Difabel Samarinda Binaan PNM yang Sukses Bangun Usaha Roti Rumahan

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 05/04/2026 10:09 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Di sebuah rumah sederhana di Samarinda, Kalimantan Timur, aroma roti hangat menjadi saksi perjuangan Ani Juwariyah dalam menata hidup. Sebagai penyandang disabilitas, Ani tak membiarkan keterbatasan menjadi penghalang untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.

Setiap hari, Ani menekuni usaha roti rumahan yang ia rintis dari nol. Dengan peralatan sederhana dan semangat yang tak pernah padam, ia perlahan mengembangkan usahanya hingga mampu menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.

Perjalanan Ani tidak selalu mudah. Selain menghadapi tantangan fisik, ia juga harus melawan stigma sosial terhadap penyandang disabilitas. Namun, tekad kuat membuatnya terus melangkah.

Dukungan datang ketika ia bergabung dengan program Mekaar yang digagas PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui program ini, Ani mendapatkan akses pembiayaan tanpa agunan sekaligus pendampingan usaha secara rutin.

Tak hanya soal modal, Ani juga memperoleh pelatihan literasi keuangan dan keterampilan usaha yang membantunya mengelola bisnis dengan lebih baik. Pertemuan kelompok mingguan menjadi ruang belajar sekaligus tempat berbagi pengalaman dengan sesama perempuan pelaku usaha.

Bagi Ani, perubahan terbesar bukan hanya pada peningkatan penghasilan, tetapi juga tumbuhnya rasa percaya diri. Kini, ia tak lagi ragu untuk bermimpi lebih besar.

Di sela kesibukannya sebagai pelaku usaha, Ani juga mengemban amanah sebagai Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur. Melalui organisasi tersebut, ia aktif mendorong sesama difabel untuk berani mencoba, mandiri, dan tidak menyerah pada stigma.

“Setiap orang punya kesempatan untuk berkembang, termasuk kami penyandang disabilitas,” menjadi semangat yang terus ia gaungkan dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyebut kisah Ani sebagai bukti nyata bahwa pemberdayaan mampu membuka jalan bagi siapa saja untuk bangkit.

“PNM percaya setiap perjuangan, sekecil apa pun, memiliki arti besar,” ujarnya.

Kini, dari dapur sederhana itu, Ani tidak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga menyalakan harapan bagi banyak orang. Kisahnya menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari kekuatan untuk melangkah lebih jauh menuju kemandirian dan masa depan yang lebih baik.

Artikel Lainnya