Nasional

Kinerja Moncer, Laba PNM Tembus Rp1,11 Triliun di Tengah Ekspansi Pembiayaan

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 14/04/2026 13:19 WIB


Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi saat meninjau nasabah PNM Mekaar di Dusun Klemungsari, Banyuwabgi, Jawa Timur, Jumat (27/9/2024).

Jakarta, INDONEWS.ID – Kinerja keuangan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Di tengah ekspansi pembiayaan yang terus tumbuh, perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp1,11 triliun.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan yang dikutip Selasa (14/4/2026), pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga dan syariah yang mencapai Rp15,78 triliun sepanjang tahun 2025. Hal ini mencerminkan kuatnya aktivitas pembiayaan yang menjadi tulang punggung bisnis PNM.

Selain itu, perusahaan juga mencatatkan penerimaan kembali atas aset yang sebelumnya telah dihapus buku sebesar Rp882,01 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp621,5 miliar, menunjukkan perbaikan kualitas aset dan efektivitas pengelolaan pembiayaan.

Sejalan dengan kinerja laba, struktur keuangan PNM juga semakin solid. Total ekuitas tercatat meningkat menjadi Rp11,66 triliun pada 2025 dari Rp10,55 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan penguatan permodalan perusahaan dalam menopang ekspansi bisnis ke depan.

Dari sisi aset, PNM bersama entitas anak usaha membukukan total aset sebesar Rp57,01 triliun pada 2025, naik dibandingkan Rp55,36 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penyaluran pinjaman yang mencapai Rp44,74 triliun, serta pembiayaan modal yang naik menjadi Rp1,69 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp45,34 triliun, seiring dengan ekspansi usaha yang dilakukan. Meski demikian, peningkatan ekuitas menunjukkan keseimbangan struktur keuangan yang tetap terjaga.

Dengan capaian tersebut, PNM menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pembiayaan yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro di Indonesia.*

Artikel Lainnya